Dua pribadi dengan pautan usia yang tak bisa dibilang sedikit, dari latar belakang keluarga yang mungkin jauh berbeda. Entahlah, tak begitu jauh aku mengenali mereka namun aku kagum dengan sosoknya sejak pertama kali berjumpa.
Tak perlu membeberkan deretan prestasi yang telah diraih, dengan mendengarnya berbicara kau akan tahu kalau dia pribadi yang cerdas. Wawasannya luas, katanya padat berisi, sikapnya renyah bersahabat namun tegas saat dibutuhkan. Untuk sebagian orang hal tersebut mungkin sudah biasa dan banyak dimiliki oleh penghuni planet bernama bumi ini.
Ada satu yang tidak biasa, ya kali ini sungguh berbeda. Aku mengaguminya karena imannya. Aku tahu aku bukan Tuhan yang dapat mengukur kedalaman iman seseorang. Aku berpendapat begitu karena aku melihat keteguhan mereka saat menyampaikan kebenaran berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah. Keteguhan mereka saat melawan kebatilan yang merajalela, kekuatan mereka untuk berjalan menyampaikan firman-Nya di saat banyak yang memilih jalan lain.
Jauh dari kesan bahwa wanita makhluk lemah, kedua wanita ini selalu menampakkan taringnya pada dunia. Seolah menggenggam dunia pada telapak tangannya. Memilih hidup di jalan Illahi tak berarti dunia terbengkalai. Bagi kaum berpendidikan beasiswa ke luar negeri, siapa yang tidak
tertarik? Namun tak semua bisa dipilih, tak semua bisa berangkat. Keduanya pernah mencicipi manis pahitnya studi di ranah Barat, ditengah agamanya menjadi minoritas. Mereka adalah orang-orang pilihan.
Baiklah akan aku ceritakan satu-persatu sosoknya sedikit lebih detail.
#Satu
Dia menjadi pakar di dua disiplin ilmu berbeda, kedokteran dan agama islam. Setiap kali ia mengisi kelas, aku mengabaikan rasa kantuk yang menjadi teman setiaku saat kuliah. Selama ini aku hanya bisa kagum dan fokus setiap kali ia
memberikan materi. Aku hanya satu dari 250 mahasiswa dalam
kelas itu.
Sesekali aku juga berjumpa dengannya di mushala kampus saat kajian. Di lain waktu aku bertemu saat seminar kedokteran. Lagi-lagi dia sebagai pematerinya. Kali itu mungkin aku satu dari puluhan mahasiswa yang menyimak materinya.
Siapa yang menyangka, saat kita bertemu di sebuah tempat donor darah ia menyapaku. Tak hanya itu, dia memanggil namaku. Aku sangat bangga bukan kepalang, dia tau namaku. Padahal aku hanya mahasiswa baru dan belum memiliki prestasi di kampus. Aku merasa bahwa kita sekarang telah saling mengenal.
#dua
Lagi-lagi kami dipertemukan lewat kampus. Dia mengisi materi saat masa orientasi kampus. Caranya berbicara sungguh menghipnotisku. Dia salah satu senior yang sangat aku kagumi. Dia benar "gaul" tetapi sangat islami. Dengan sederet organisasi, serangkaian tugas dan segerombol masalah, dia lulus tepat pada waktunya.
Aku berjalan dari parkiran menuju mushala, aku bertemu dengannya. Demi sopan santun junior aku menyapanya. Dia balas menyapa renyah. Kami beriringan berjalan ke mushala. Aku menghitung uang hasil jualan di kantin kejujuran. Ia membeli sederet jajanan ringan dan menemaniku menghitung. Sambil mengobrol ringan ia tahu kalau aku salah seorang adik dari mahasiswa di fakultas ini juga. Ya dia tahu diriku, aku senang.
Banyak kekagumannku kepada mereka yang sulit untuk aku tuangkan. Mungkin cukup aku yang tahu. Bagitu mereka adalah sosok kartini masa kini. Wanita berperadaban tinggi yang ingin meraih cinta sang Rabbi. Dia satu dosenku, dia dua seniorku.
Jumat, 19 Juli 2013
Rabu, 17 Juli 2013
Sandaran Hati #PenaKamiTidakPuasa
Yakinkah ku berdiri
Di hempa tanpa tepi
Bolehkah aku
MendengarMu
Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku
MerindukanMu
Terpuruk ku di sini
Terangi dia yang sepi
Dan ku tahu pasti
Kau menemani
Dalam hidupku
Kesendirianku
Teringat ku teringat
Pada janjiMu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika Kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
Sandaran hati
Inikah yang Kau mau
Benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadirMu
Dalam gelapnya
Malam hariku
Bagi sebagaian orang orang yang suka nonton sinetron sekitar tahun 2006 pasti familiar sama lagu yang satu ini. Yup! lagu ini menjadi sound track salah satu sinetron yang cukup booming dimasanya. Dengan komposisi musik yang lembut, syair yang bermakna dalam, dan vokal yang merdu dari sang vokalis. Lagu ini dikemas begitu romantis oleh group band asal Jawa bernama Letto ini. Peminat lagu ini juga cukup banyak saat itu. Begitu juga aku, lagu ini menjadi salah satu lagu favoritku semasa SMP. Jadi tak salah jika sinetron yang bertemakan cinta sesama manusia ini memasang lagu ini sebagai pengiringnya.
Namun, selidik punya selidik ternyata lagu ini mempunya makna yang jauh lebih dalam dari yang kita kira. Lagu ini dimaksudkan bahwa sang Sandaran Hati adalah Rabb atau Tuhan semesta alam. Liriknya menceritaan penghambaan manusia kepada Rabbnya dikala malam tiba yaitu salat malam.
Jadi soundtracknya sinetronnya tidak seusai? Wallahu'alam
just info, #PenaKamiTidakPuasa
Di hempa tanpa tepi
Bolehkah aku
MendengarMu
Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku
MerindukanMu
Terpuruk ku di sini
Terangi dia yang sepi
Dan ku tahu pasti
Kau menemani
Dalam hidupku
Kesendirianku
Teringat ku teringat
Pada janjiMu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika Kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
Sandaran hati
Inikah yang Kau mau
Benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadirMu
Dalam gelapnya
Malam hariku
Bagi sebagaian orang orang yang suka nonton sinetron sekitar tahun 2006 pasti familiar sama lagu yang satu ini. Yup! lagu ini menjadi sound track salah satu sinetron yang cukup booming dimasanya. Dengan komposisi musik yang lembut, syair yang bermakna dalam, dan vokal yang merdu dari sang vokalis. Lagu ini dikemas begitu romantis oleh group band asal Jawa bernama Letto ini. Peminat lagu ini juga cukup banyak saat itu. Begitu juga aku, lagu ini menjadi salah satu lagu favoritku semasa SMP. Jadi tak salah jika sinetron yang bertemakan cinta sesama manusia ini memasang lagu ini sebagai pengiringnya.
Namun, selidik punya selidik ternyata lagu ini mempunya makna yang jauh lebih dalam dari yang kita kira. Lagu ini dimaksudkan bahwa sang Sandaran Hati adalah Rabb atau Tuhan semesta alam. Liriknya menceritaan penghambaan manusia kepada Rabbnya dikala malam tiba yaitu salat malam.
Jadi soundtracknya sinetronnya tidak seusai? Wallahu'alam
just info, #PenaKamiTidakPuasa
Minggu, 14 Juli 2013
cegah cegukan saat puasa
Hi! gue lagi ikutan acara #FLPMengguncangRamadhan nih,
jadi di sekret FLP atau yang biasa disebut Rumah Cahaya ini puluhan anggota FLP
Aceh lagi pada ngabuburit. Ngabuburit kita emang dikemas agak beda sama yang
lain. Kita semua disini pada sibuk memijit keyboard laptop agar menghasilkan
suatu tulisan yang berguna bagi yang membaca. Amiiin
Nggomong-ngomong soal Ramadhan hal yang ada di benak
kita pasti tentang puasa, tarawih, dan yang paling penting itu THR. Tapi daripada
THR, buat gue ada yang lebih fenomenal setiap bulan ramadhan.
Inini yang menjadi problematika gue kalo bulan
Ramadhan dari tahun ke tahun selain kehausan dan kelaperan yang mendera. Hal
ini selalu menyapa gue satiap bulan Ramadhan tiba. Dari kecil sampe segede gini
tetep aja gue menderita cegukan, entah di awal ramadhan, di tengah ramadhan, atau
di akhir ramadhan.
“Dut, cegukan itu tandanya mau dapet duit!”
“Ah yang bener kak?!”
“Percaya aja lu!”
“Zzzzzz…..”
Hal itu sedikit banyak mengganggu gue. Apalagi kalo
lagi ngejar target tadarusan. Baru sebaris gue ngaji cegukan, lanjut lagi
ngajinya cegukan lagi walhasil ngajinya nggak sesuai sama apa yang diharapkan.
Nah karena penyakit ini, gue mau ngasih beberapa
tips agar kalian nggak menderita cegukan atau dehidrasi pas puasa menurut
pengalaman gue.
1. Yang
pasti minum yang banyak pas sahur.
2. Jangan
makan kerupuk karena kerupuk itu mengandung natrium dia itu menyerap air dalam
tubuh.
3. Jangan
minum teh atau kopi pas sahur karena
kedua minuman itu mengandung zat deuritik
bikin sering buang air kecil.
4. Jangan
coba-coba tidur abis sahur deh, karena kalo bangun itu biasanya langsung haus
berat.
5. Kalo
nggak penting-penting banget jangan keluar rumah, apalagi kalau cuaca lagi
panas.
6. Walaupun
lagi puasa kita harus tetap jaga stamina, tapi olahraga biasa aja jangan
berlebihan.
Nah kalo udah ngelakuin tips-tips tersebut tapi
masih menderita cegukan gue juga punya beberapa trik yang gue dapet dari
beberapa temen dan lingkungan seputar masalah ini.
1. Tahan
napas beberapa detik.
2. Minta
orang untuk ngagetin.
3. Alihkan
perhatian biar lupa sama cegukan, nanti lama-lama juga ilang sendiri.
Hmmm kayaknya itu aja
deh beberapa tips and trick yang gue
kasih, kalo ada kesalahan dalam teori dan penulisan mohon maaf lahir batin yaa
mumpung Ramadhan, selamat mencoba ^^
Kamis, 20 Juni 2013
mas, ini timun #bagian 1
Siapa yang tak ingin
memiliki sebuah keluarga bahagia, sepasang suami-istri yang saling mencintai
dilengkapi dengan buah hati yang cerdas. Sebuah keluarga yang tiap detiknya
dihiasi dengan kelembutan dan setiap menitnya diisi dengan kasih sayang, cinta dan tanggunng
jawab. Setiap individu dalam keluarga menjalankan tugas dalam harmonisasi yang
sempurna, ayah mencari nafkah, ibu membuatkan sarapan dan anak yang penurut.
Pasti setiap makhluk Tuhan di bumi akan cemburu melihatnya. Sayangnya takdir
indah itu tidak selalu menjadi bagian dari setiap makhluk Tuhan yang bernama
manusia di bumi ini. Faktanya jauh api dari panggang, namun Tuhan pasti punya skenario
yang paling baik untuk setiap hamba-hambanya.
Mbok Sumi seorang janda
paruh baya tinggal di sudut desa yang
terletak di pedalaman Jawa, hidupnya jauh dari kata menyenangkan, jangankan
anak, suami saja tak punya. Mbok Sumi kehilangan suaminya untuk selama-lamanya
tujuh tahun yang lalu. Saat itu baru dua minggu usia pernikahan mbok Sumi,
suami mbok Sumi tertiban pohon yang tumbang saat pejalanan pulang dari ladang timun
milik mereka. Seiring hari berlalu Mbok Sumi iri dengan tetangga yang memiliki
keluarga utuh, apalagi semakin hari Ia semakin ingin memiliki seorang anak.
Mbok Sumi merasa takdir tidak adil padanya, padahal selama ini ia selalu
berbuat baik. Dan rasa iri ini mungkin yang pertama tumbuh subur di hatinya. Ia
sebatang kara, usianya kini hampir menginjak 40 tahun, Ia mulai berfikir, jika
lanjut usia nanti siapakah yang akan mengurus dirinya kelak? Ia sungguh
kesepian, akhirnya pada suatu hari Ia membuat sebuah keputusan besar.
Derasnya hujan dan
gelegar suara petir di malam Jum’at kliwon tidak mengurungkan niat Mbok Sumi
pergi ke puskesmas poli kandungan untuk
menculik seorang anak yang baru saja lahir dari seorang ibu muda, kala
itu jam dinding berdentang genap duabelas kali, para perawat tampak kelelahan
di duduk di meja jaga. Dengan gerakan gesit dan hati-hati Mbok Sumi akhirnya
berhasil membawa kabur si bayi mungil malang itu.
Berita hilangnya bayi
mungil itu mulai tersebar ke seluruh kampung, Mbok Sumi mulai cemas jika Ia
tertangkap tangan oleh aparat desa sedang bersama bayi yang hilang itu. Mbok
Sumi memutuskan untuk pindah ke desa sebrang yang berjarak cukup jauh dari
desanya sekarang. Pagi buta Ia menumpang truk sayur yang akan berangkat ke
pasar. Sesampainya di pasar mbok Sumi memutuskan mencari pemukiman untuk
mengontrak rumah agar Ia bisa melanjutkan hidup bersama bayinya sekarang.
Akhirnya Ia mendapatkan sebuah kontrakan mungil yang cukup nyaman untuk
ditempati. Mbok Sumi amat menyukai bayi itu, matanya bulat kulitnya putih
dilengkapi dengan bibir mungil kemerahan. Mbok Sumi merasa mempunyai seorang
anak adalah kebahagiaan terbesar selama hidupnya, untuk mengenang almarhum
suaminya dan ladang timun milik mereka dahulu, Mbok Sumi memetuskan untuk
memberi nama anaknya Timun perak.
Hari berlalu begitu
cepat, tak terasa 17 tahun sejak peristiwa penculikan itu, sampai sekarang
tidak pernah ada yang mengetahui rahasia besar Mbok Sumi. Timun tumbuh menjadi
anak yang sangat membanggakan, Ia sangat menyukai belajar, Ia gadis yangcerdas,
Ia berhasil menamatkan Sekolah Menengah Atas dengan nilai yang amat memuaskan,
biaya sekolah pun Ia dapatkan dari beasiswa karena kepintarannya. Tak hanya itu,
usai tamat SMA sebuah Universitas tinggi negeri di kotanya pun menerima Timun
menjadi mahasiswa penerima undangan di salah satu jurusan favorit yaitu
akuntansi. Mbok Sumi amat bangga dengan kepintaran anaknya, tak kuasa ia
meneteskan air mata saat mengetahui pengumuman itu.
Timun memutuskan untuk
memecahkan celengan yang sejak SMP sudah ia tabung untuk membeli perlengkapan
belajar di kampus. Ia berniat membeli buku-buku literatur serta peralatan
kampus. Sebelum membeli peralatan kampus, Timun sibuk mengurus berkas-berkas
yang ia butuhkan untuk melanjutkan studinya. Gadis itu pergi ke sebuah gerai
fotokopi untuk menduplikasikan berkas persyaratan yang dibutuhkan. Ia terlihat resah karena sebentar lagi kantor
bagian administrasi kampusnya akan tutup. Setelah berkas semua lengkap segera
Ia meninggalkan tempat fotokopi menuju kantor administrasi. Ia lega karena
datang tepat pada waktunya. Hari makin larut, timun memutuskan menaiki dokar
yang lewat depan kampusnya, “pakle depan toko kue itu tolong minggir ya pak
le!” kusir dokar pun berhenti sesuai perintah. “loh duitku ntek loh? Dompet
ku!... tolong copet, copet!”
#jeng jeng jeng.............. bersambung, gatau kapan ada lanjutannya hehehe
Rabu, 19 Juni 2013
minuman...
'minuman lu dari dulu kaga berubah-berubah, itu aja..' si mpok dari motor, nengok ke belakang. eh bagi dong.
'eh?' refleks aku melihat tangan sedang memegang teh dalam kemasan sambil menyodorkan ke mpok. iya juga, minuman gue dari dulu emang teh, dari kecil kalau pergi makan bakso, di jalan, dimana aja kapan aja, mau makan apapun minumnya teh *eh jadi kayak iklan itu..... kalo dulu sih gak tau kenapa milih teh, padahal kaka gue atau ortu gue beli es campur, es jeruk apalah tp gue malah milih teh botol, dan sampe sekarang gue masih milih teh buat minum dijalan, alesannya selain praktis yaaa lebih murah, jujur kalo ditawarin mah sekarang gue lebih milih jus terong belanda. buat orang jawa yg belom pernah nyobain jus terong belanda, itu enak banget, antioksidannya juga banyak, terong belanda itu jangan lu bayangin kayak terong biasa yang suka disambelin buat lauk itu, ini beda! enaaaak bgt~~~ so cobain lah,disini banyak banget buahnya, visit aceh 2013!!!
ohiya ngomong-ngomong soal teh, ternyata gue baru tau pas lagi lingkaran cinta mingguan, maklum murabbi gue seorang dokter jadi bahasannya selain keislaman kadang disisipi info kesehatan, jadi ternyata kalau makan dikombinasikan sama minum teh itu efeknya kurang bagus untuk pencernaan, jadi gantilah menu makan siang anda di kantin nasi+ teh jadi nasi+jus atau kalau anda orang yang kere jadi nasi+air putih boleh juga hehe
jadi mau cerita nih, jadi dulu pas gue kecil kalo diajak pergi pasti gue gampang haus dijalan, padahal baru sampe depan gang rumah, udah ngerengek sama emak... maaa hauss teh botoool......... lalu mama menyesal karena ga bawa minum
oke hari berikutnya kalau pergi mama, mama mensiasati membawa minuman biar anaknya ga ngabisin duit di jalan dikit2 minta minuum.. dan bener aja, baru keluar gang tepat setelah naik angkot, gue bilang maa... haus, mama dengan senyumnya menyodorkan minuman. dalam hati, yah mama bawa minum lagi ......... ma, ga dingin.... yaudah minum aja. entah apa yg ada di pikiran anak kecil, aku cepat-cepat habiskan minumnya agar tetap bisa dibelikan minum.
beberapa hari berikutnya... mama emang orang yang paling prepare. kali ini mama membawa beberapa botol minuman, ada teh ada air putih, tidak hanya itu mama memasukan minuman sebelumnya ke freezer biar waktu di jalan tetap dingin. tapi tetap aja sensasi beli minuman diliuar itu lebih enak dari pada bawa sendiri. hmmm ah dasar, itu perasaan aja.
mama juara emak prepare banget deh, si mpok kan pernah sakit pas SMA gara-gara kecapekan, sampe kena hepatitis A. katanya sih solusinya selain obat dokter+istirahat+minum temulawak bayakin minum glukosa. sejak saat itu hampir setiap hari di kulkas gue ada es buah, isinya ganti_ganti. kadang blewah, melon, pepaya. kadang-kadang diganti juga sama jus, selain karena kalo belum dibuat jus pada males makan buah, jadi emak buatin deh jus jambu, mangga, strawberry, jus jeruk apa aja deh... bahkan sampe gue mau masuk kuliah, di kulkas pasti ada minuman fresh gituuu... hmmmm kangen emak nih kalo kayak gini jadinya u,u andai emak tahuuu, dulu gue minum jus seenaknya aja bergelas-gelas, sekarang satu gelas 8000 huaaaa derita anak kos :'(
tapi untungnya karena semester depan gue mau pindah dari kosan ke rumah, jadi bisa beli kulkas..... yeye lalala yeyeye lalala kulkas adalah benda paling berharga di Banda Aceh yg so hot ini, dan emak gue nyuruh beli blender! doble wow banget, jd pasti lebih irit kaga ngabisin 8000 untuk sekali minum doang hehehe
udah itu aja curhat gue seputar minman
Sabtu, 18 Mei 2013
Tentang Nurul
Tidak seperti beberapa
Untiversitas, fakultas dan jurusan lainnya yang sudah bisa menikmati libur
sebelum tahun baru. Liburan semerter pertamaku hanya mendapat jatah kurang dari
dua minggu, itupun sebenarnya dokter bagian skill
lab dan PBL (Problem Based Learning)
sudah cukup bersabar dengan angkatan kami. Hari ini seharusnya mahasiswa
kedokteran tingkat pertama mengambil jadwal sekaligus buku untuk blok4, yaitu
blok the cell. Situasi saat itu tidak
memungkinkan, aku terlanjur membeli tiket pesawat yang baru berangkat beberapa
hari lagi. Aku berharap teman di kelas baruku semester dua nanti ada yang
berbaik hati dapat mengambilkan buku blok ku.
Hp ku
mulai penuh dengan pesan singkat juga
broadcast yang berisi agar mahasiswa Pendidikan Dokter 2012 segera ke
kampus. Aku bingung, namun ada sebuah pesan singkat yang aku terima.
“Teman-teman kelas B09, buku blok sudah Nurul ambil ya,
nanti kalau sudah kembali dari liburan ambil sama Nurul ya!”. Nurul? Ohiya aku
ingat, dulu aku sempat mengenalnya saat masa orientasi pengenalan kampus kami,
saat itu kami sekelompok. Aku balas pesan singkatnya “Ok rul, makasih ya rul”.
Hmm sebenarnya
siapa sih Nurul itu? Baiklah, aku akan mendeskripsikan Nurul menurut sudut
pandangku sendiri, kalau dilihat dari luar Nurul itu terlihat seperti anak
baik-baik, pakaiannya pun sangat islami bisa dibilang sya’i dia juga anak yang
sangat rajin, kenapa saya bisa bilang dia rajin? bayangkan saja, Dia merelakan
liburannya untuk ke kampus mengambil buku blok, walaupun Nurul bukan anak Banda
Aceh, dan jika ada tugas seperti work
plan atau laporan praktikum seminggu sebelum dikumpulkan biasanya sudah
selesai, setiap tutorial ia juga memiliki
banyak bahan dari berbagai sumber yang terprecaya. Tak diragukan lagi, Nurul
anak yang rajin.
(perhatikan gadis jilbab hitam kanan attas yg merem, itulah nurul)
Gadis
ini berasal dari daerah yang bernama Bener Meriah. Oke mungkin kalian tidak
familiar dengan daerah yang bernama Bener Meriah, awalnya aku pun tidak tahu, bahkan aku senpat mengira
bahwa nama kotanya Bandar Meriah, atau Bendar Meriah. Belakangan aku baru tahu
kalau Bener Meriah ini adalah suatu nama daerah di bagian Aceh, pemekaran dari
wilayah Aceh Tengah yang berada dekat
Takengon. Bener Meriah dapat ditempuh kira-kira 7 jam dari Banda Aceh. Bersuhu cukup rendah, berbeda dengan
kebanyakan kabupaten kota di Aceh ini yang cukup panas.
Karena
sekelas, mau tak mau aku pun semakin mengenali Nurul karena kami semakin sering
berinteraksi. Nurul mulai nyaman bercerita tentang kehidupannya kepada aku dan
teman sekelasku lainnya. Suatu hari, ia bercerita tentang kampung halamannya, karena
suhu di Bener Meriah dingin, jadi tidak perlu sering-sering mandi karena saking
dinginnya. Sangat berbeda dengan di Banda Aceh. Aku ber “oooh…”. Di Bener Meriah juga masih jarang dokter, tingkat pendidikan warganya masih sangat
rendah, paling tinggi pun guru atau bidan, itupun masih jarang. Di sana juga masih
banyak ilmu kebatinan yang dipakai warganya, trend menggunakan ilmu hitam
untuk menyantet orang tak jarang
ditemukan. Oleh karena itu, ibunya Nurul yang dipanggil “Mamak” oleh Nurul ini
terpaksa bohong kepada tetangganya bahwa sekarang nurul pergi merantau kuliah
untuk menjadi guru, untuk menghindari orang sirik yang akan berbuat jahat.
Karena di kampungnya belum ada yang menembus fakultas kedokteran. Wow,
masih ada loh santet di 2013!
Semakin
lama aku menyadari bahwa Nurul adalah sosok yang “unik”. Oke unik adalah bahasa
halus dari aneh. Oke kenapa saya bilang aneh, yang pertama karena di sela-sela
kesibukan kuliah, dia menyempatkan diri untuk mengajar di TPA yang berlokasi di
Masjid Oman. Pasti kalian bingung, apanya yang aneh dari kegiatan mengajar ini?
Justru bagus kan mengajar TPA? Iya tentu saja sangat bagus, namun ‘Ustadzah
Nurul’ ini aneh saat mengajar. Suatu hari iya bercerita. “Susah ya menghadapi
anak-anak kecil, Nurul capek jadinya. Anak itu pada ribut kalau Nurul ngajar.
Kan waktu itu mereka ribut, Nurul bilang kayak gini, Anak-anak jangan ribut ya,
kalau ribut nanti ustadzah marah, kalau ustadzah marah nanti keluar asap dari
telinga ustadzah, mau liat? Nah anak-anak itu tetap ribut” . well yaiyalah mereka malah semakin
ribut, jika aku yang menjadi anak murid TPA malah aku akan semakin ribut,
karena aku ingin melihat hal langka. Kapan lagi coba di cuaca yang panas
seperti ini bisa melihat asap keluar dari kuping?
Keanehan kedua, gadis yang sangat obsesi menjadi spesialis
jiwa justru menurut saya membutuhkan psikiater, kenapa? Waktu kami mengerjakan
tugas kelompok, Nurul kembali bercerita bahwa dia pernah bereksperimen ditahun
2013 ini untuk sekali tidak melakukan suatu kewajibannya yang cukup fatal jika
ditinggalkan. Katanya saat meninggalkan kewajiban itu rasanya sangat tidak
tenang kawan-kawan, tapi Nurul coba sekali saja untuk ditinggalin. Oke kali ini
jangan dicontoh.
Ketiga, Nurul adalah anak Bener Meriah yang sangat kuat,
terbukti jika terkena pukulan atau cubitan dari si Nurul ini akan sangat sakit
dan akan merasa nyut-nyutan. Ah andai
saja waktu itu Nurul menerima tawaran aku untuk mengikuti lomba tarik tambang,
mungkin tim ku akan mendapatkan posisi sebagai winner bukan sebagai runnerup.
Ah sayang sekali dia menolaknya.
Keempat, dari cerita Nurul sendiri bahwa ia sering menangis
jika sendirian, katanya ada sesuatu yang lain dalam tubuhnya yang membuat ia tak
bisa menahan tangis di malam hari. Oleh karena itu beberapa kali ia mengikuti terapi
Ruqiah. Alhamdulillah sekarang
sindrom menangisnya sudah jarang kambuh.
Dan yang kelima keanehan yang semakin sistemik pada jiwa
Nurul ini, berbeda dengan kebanyakan orang, Nurul sangat menyukai budaya negara
tetangga, taukah kamu negara apa? Ia sangat menyukai negara Malaysia, mulai
dari lagu, bahasa, film bahkan dia terobsesi menikah dengan orang Malaysia. What?
Yaudah Rul aku doain kamu mendapatkan Pakchik yang baik hati, dan semoga kasus Manohara si wanita cantik
tidak terulang lagi ya. By the way
perasaan yang lagi booming tahun ini
kan kebudayaan Korea, kenapa Nurul suka Malaysia ya?
Bagaimanapun Nurul semoga pertemanan kita bisa menjadi semakin
baik lagi, dan semoga semua target dan pesan yang ditempel di kamar Nurul bisa
terwujud semua ^^
Kata Orang Ini Negara Surga
Saya sudah lupa kapan terakhir kali
saya cinta hidup di Indonesia, teringat dengan pertemuan pertama saya dengan
sebuah dosen hukum yang kali itu mengajar mata kuliah umum PKN (Pendidikan
Kewarganegaraan)di jurusan saya. Sebuah pertanyaan kecil yang dia lemparkan
kepada kami, “Apa yang kamu banggakan sebagai bangsa Indonesia?” lalu,
satu-persatu mulailah dia beberkan budaya masyarakat Indonesia yang “doyan”
korupsi, pemalas, rajin membolak-balikan fakta, hukum sangat mudah dibeli, kemiskinan
merajalela, tidak disiplin, pendidikan rendah, kriminalitas tinggi, respon
lambat. Maksud dari respon lambat adalah
kalau sesuatu sudah di klaim bangsa
lain sebagai warisan atau hak paten Negara tersebut, baru Negara ini akan
merespon keras. Woy selama ini kemana
aja? Saat itu saya spontan menjawab “Bangga
sama alam Indonesia pak, keren!”. Si bapak lagsung menjawab, ”benar juga kamu, tetapi yang menciptakan alam yang indah kan Tuhan,
kenapa kita yang bangga? Justru bangsa ini malah merusak alam tersebut”.
Aku manggut-manggut tanda setuju dengan bapak. Mulailah saya mempertanyakan
kebanggaan saya sendiri akan bangsa ini.
Bagi sebagian orang hidup di negara
ini kadang bisa menjadi anugerah. Hah ? Masih
adakah yang berfikir seperti itu? Ya, semua orang tahu betapa beruntungnya
Indonesia dengan iklim tropisnya, sepanjang tahun tidak perlu merubah ketebalan
baju yang kita pakai, tidak butuh mesin penghangat tubuh saat musim dingin,
tidak perlu sepatu boot untuk
berjalan di salju, tidak perlu juga “ngungsi” ke Negara lain karena panasnya
tempat tinggal saat kemarau, bunga-bunga terus bermekaran sepanjang tahun tanpa
perlu musim semi. Dan apa kamu masih ingat pepatah nenek moyang kita? “jika
kamu tancapkan tongkat, tongkat itu akan
tumbuh menjadi tanaman”. Kata
orang ini negara surga, tetapi aku tidak tahu kapan terakhir kali negara ini
disebut “surga”, mungkin saat itu aku belum lahir. Sebenarnya banyak hal baik
yang diwariskan oleh pendahulu bangsa ini, mulai dari semangat juang yang
tinggi dan keberanian melawan para penjajah, budaya ramah dan santun kepada
semua orang, dan juga gotong-royong yang
mendarah daging.Taukah kalian? Bahwa dahulu jika ada seseorang yang ingin
mendirikan bangunan, maka dengan senang hati para tetangga akan berdatangan
saling bahu-membahu mengerjakan bersama hingga bangunan itu selesai.
Negara ini memang terlalu banyak
anomali, mulai dari pelajar yang hobi menyontek, pengusaha yang curang, hakim
yang tidak jujur, pemerintah korup, bangga merek luar negeri, jarang saya temukan bangsa ini yang bangga
produk dalam negeri. Mereka asik dengan lagu-lagu barat yang belum tentu
mengerti artinya, heboh mengumumkan ke seluruh tetangga tentang tas yang
langsung dibeli dari Eropa, atau bahkan anti dengan makanan tradisional. Mereka
justru bangga dengan fast food. Padahal
jika ditinjau dari segi medis justru fast food menjadi penyebab berbagaimacam
penyakit. Bangga kok sama sumber penyakit
toh? Dan satu lagi yang paling penting, bangsa ini sangat mudah
terprovokasi dalam berbagai hal, mulai dari agama, suku, adat, bahkan partai
sekalipun. Memang faktanya negara ini adalah negara heterogen, lebih dari 400
suku ada di negara ini dengan hukum adat dan kebiasaan tersendiri, jadi sah-sah
saja jika sesekali ada perpecahan. Namun, tidak dapat dipungkiri, selain tingkat
keegoisan yang tinggi dari individu masyarakat bangsa ini, ada faktor
pendidikan rendah yang berdampak masyarakat tidak bisa berfikir dengan kritis. Kebanyakan
masyarakat menelan mentah-mentah
informasi dari pihak provokator yang tidak bertanggung jawab.
Itulah penyebab sering terjadi
perpecahan dalam negara surga ini. Wajarlah
orang berduit dan pintar pergi jauh dari negara ini, mungkin mereka sudah muak
dengan kebobrokan yang semakin sistemik di negara ini.
Semakin lama saya semakin sadar
betapa makin terkikisnya fondasi bangsa ini. Di mana Bhineka Tunggal Ika yang dahulu negara ini banggakan? Masihkah
Pancasila menjadi landasan bangsa ini? Semoga kenikmatan yang telah di berikan
Tuhan pada bangsa ini tidak di cabut karena murka dengan sikap penduduk bangsa
ini dan juga semoga warisan keluhuran budi leluhur kita tidak akan menjadi
kenangan semata.
Langganan:
Postingan (Atom)

