Jumat, 19 Juli 2013

Mereka #PenaKamiTidakPuasa

Dua pribadi dengan pautan usia yang tak bisa dibilang sedikit, dari latar belakang keluarga yang mungkin jauh berbeda. Entahlah, tak begitu jauh aku mengenali mereka namun aku kagum dengan sosoknya sejak pertama kali berjumpa.

Tak perlu membeberkan deretan prestasi yang telah diraih, dengan mendengarnya berbicara kau akan tahu kalau dia pribadi yang cerdas. Wawasannya luas, katanya padat berisi, sikapnya renyah bersahabat namun tegas saat dibutuhkan. Untuk sebagian orang hal tersebut mungkin sudah biasa dan banyak dimiliki oleh penghuni planet bernama bumi ini.

Ada satu yang tidak biasa, ya kali ini sungguh berbeda. Aku mengaguminya karena imannya. Aku tahu aku bukan Tuhan yang dapat mengukur kedalaman iman seseorang. Aku berpendapat begitu karena aku melihat keteguhan mereka saat menyampaikan kebenaran berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah. Keteguhan mereka saat melawan kebatilan yang merajalela, kekuatan mereka untuk berjalan menyampaikan firman-Nya di saat banyak yang memilih jalan lain.

Jauh dari kesan bahwa wanita makhluk lemah, kedua wanita ini selalu menampakkan taringnya pada dunia. Seolah menggenggam dunia pada telapak tangannya. Memilih hidup di jalan Illahi tak berarti dunia terbengkalai. Bagi kaum berpendidikan beasiswa ke luar negeri, siapa yang tidak tertarik? Namun tak semua bisa dipilih, tak semua bisa berangkat. Keduanya pernah mencicipi manis pahitnya studi di ranah Barat, ditengah agamanya menjadi minoritas. Mereka adalah orang-orang pilihan.

Baiklah akan aku ceritakan satu-persatu sosoknya sedikit lebih detail.

#Satu
Dia menjadi pakar di dua disiplin ilmu berbeda, kedokteran dan agama islam. Setiap kali ia mengisi kelas, aku mengabaikan rasa kantuk yang menjadi teman setiaku saat kuliah. Selama ini aku hanya bisa kagum dan fokus setiap kali ia memberikan materi. Aku hanya satu dari 250 mahasiswa dalam kelas itu.
Sesekali aku juga berjumpa dengannya di mushala kampus saat kajian. Di lain waktu aku bertemu saat seminar kedokteran. Lagi-lagi dia sebagai pematerinya. Kali itu mungkin aku satu dari puluhan mahasiswa yang menyimak materinya.

Siapa yang menyangka, saat kita bertemu di sebuah tempat donor darah ia menyapaku. Tak hanya itu, dia memanggil namaku. Aku sangat bangga bukan kepalang, dia tau namaku. Padahal aku hanya mahasiswa baru dan belum memiliki prestasi di kampus. Aku merasa bahwa kita sekarang telah saling mengenal.

#dua
Lagi-lagi kami dipertemukan lewat kampus. Dia mengisi materi saat masa orientasi kampus. Caranya berbicara sungguh menghipnotisku. Dia salah satu senior yang sangat aku kagumi. Dia benar "gaul" tetapi sangat islami. Dengan sederet organisasi, serangkaian tugas dan segerombol masalah, dia lulus tepat pada waktunya.

Aku berjalan dari parkiran menuju mushala, aku bertemu dengannya. Demi sopan santun junior aku menyapanya. Dia balas menyapa renyah. Kami beriringan berjalan ke mushala. Aku menghitung uang hasil jualan di kantin kejujuran. Ia membeli sederet jajanan ringan dan menemaniku menghitung. Sambil mengobrol ringan ia tahu kalau aku salah seorang adik dari mahasiswa di fakultas ini juga. Ya dia tahu diriku, aku senang.

Banyak kekagumannku kepada mereka yang sulit untuk aku tuangkan. Mungkin cukup aku yang tahu. Bagitu mereka adalah sosok kartini masa kini. Wanita berperadaban tinggi yang ingin meraih cinta sang Rabbi. Dia satu dosenku, dia dua seniorku.

Rabu, 17 Juli 2013

Sandaran Hati #PenaKamiTidakPuasa

Yakinkah ku berdiri
Di hempa tanpa tepi
Bolehkah aku
MendengarMu

Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku
MerindukanMu

Terpuruk ku di sini
Terangi dia yang sepi
Dan ku tahu pasti
Kau menemani

Dalam hidupku
Kesendirianku

Teringat ku teringat
Pada janjiMu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika Kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
Sandaran hati

Inikah yang Kau mau
Benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadirMu
Dalam gelapnya
Malam hariku


Bagi sebagaian orang orang yang suka nonton sinetron sekitar tahun 2006 pasti familiar sama lagu yang satu ini. Yup! lagu ini menjadi sound track salah satu sinetron yang cukup booming dimasanya. Dengan komposisi musik yang lembut, syair yang bermakna dalam, dan vokal yang merdu dari sang vokalis. Lagu ini dikemas begitu romantis oleh group band asal Jawa bernama Letto ini. Peminat lagu ini juga cukup banyak saat itu. Begitu juga aku, lagu ini menjadi salah satu lagu favoritku semasa SMP.  Jadi tak salah jika sinetron yang bertemakan cinta sesama manusia ini memasang lagu ini sebagai pengiringnya. 

Namun, selidik punya selidik ternyata lagu ini mempunya makna yang jauh lebih dalam dari yang kita kira. Lagu ini dimaksudkan bahwa sang Sandaran Hati adalah Rabb atau Tuhan semesta alam. Liriknya menceritaan penghambaan manusia kepada Rabbnya dikala malam tiba yaitu salat malam.

 Jadi soundtracknya sinetronnya tidak seusai? Wallahu'alam

just info, #PenaKamiTidakPuasa

Minggu, 14 Juli 2013

cegah cegukan saat puasa



Hi! gue lagi ikutan acara #FLPMengguncangRamadhan nih, jadi di sekret FLP atau yang biasa disebut Rumah Cahaya ini puluhan anggota FLP Aceh lagi pada ngabuburit. Ngabuburit kita emang dikemas agak beda sama yang lain. Kita semua disini pada sibuk memijit keyboard laptop agar menghasilkan suatu tulisan yang berguna bagi yang membaca. Amiiin 

Nggomong-ngomong soal Ramadhan hal yang ada di benak kita pasti tentang puasa, tarawih, dan yang paling penting itu THR. Tapi daripada THR, buat gue ada yang lebih fenomenal setiap bulan ramadhan.
Inini yang menjadi problematika gue kalo bulan Ramadhan dari tahun ke tahun selain kehausan dan kelaperan yang mendera. Hal ini selalu menyapa gue satiap bulan Ramadhan tiba. Dari kecil sampe segede gini tetep aja gue menderita cegukan, entah di awal ramadhan, di tengah ramadhan, atau di akhir ramadhan. 
“Dut, cegukan itu tandanya mau dapet duit!”
“Ah yang bener kak?!”
“Percaya aja lu!”
“Zzzzzz…..”

Hal itu sedikit banyak mengganggu gue. Apalagi kalo lagi ngejar target tadarusan. Baru sebaris gue ngaji cegukan, lanjut lagi ngajinya cegukan lagi walhasil ngajinya nggak sesuai sama apa yang diharapkan. 
Nah karena penyakit ini, gue mau ngasih beberapa tips agar kalian nggak menderita cegukan atau dehidrasi pas puasa menurut pengalaman gue.

1.      Yang pasti minum yang banyak pas sahur.
2.      Jangan makan kerupuk karena kerupuk itu mengandung natrium dia itu menyerap air dalam tubuh.
3.      Jangan minum teh atau kopi pas sahur  karena kedua minuman itu mengandung zat deuritik bikin sering buang air kecil.
4.      Jangan coba-coba tidur abis sahur deh, karena kalo bangun itu biasanya langsung haus berat.
5.      Kalo nggak penting-penting banget jangan keluar rumah, apalagi kalau cuaca lagi panas.
6.      Walaupun lagi puasa kita harus tetap jaga stamina, tapi olahraga biasa aja jangan berlebihan.

Nah kalo udah ngelakuin tips-tips tersebut tapi masih menderita cegukan gue juga punya beberapa trik yang gue dapet dari beberapa temen dan lingkungan seputar masalah ini.

1.      Tahan napas beberapa detik.
2.      Minta orang untuk ngagetin.
3.      Alihkan perhatian biar lupa sama cegukan, nanti lama-lama juga ilang sendiri.
Hmmm kayaknya itu aja deh beberapa tips and trick yang gue kasih, kalo ada kesalahan dalam teori dan penulisan mohon maaf lahir batin yaa mumpung Ramadhan, selamat mencoba ^^

Kamis, 20 Juni 2013

mas, ini timun #bagian 1



Siapa yang tak ingin memiliki sebuah keluarga bahagia, sepasang suami-istri yang saling mencintai dilengkapi dengan buah hati yang cerdas. Sebuah keluarga yang tiap detiknya dihiasi dengan kelembutan dan setiap menitnya  diisi dengan kasih sayang, cinta dan tanggunng jawab. Setiap individu dalam keluarga menjalankan tugas dalam harmonisasi yang sempurna, ayah mencari nafkah, ibu membuatkan sarapan dan anak yang penurut. Pasti setiap makhluk Tuhan di bumi akan cemburu melihatnya. Sayangnya takdir indah itu tidak selalu menjadi bagian dari setiap makhluk Tuhan yang bernama manusia di bumi ini. Faktanya jauh api dari panggang, namun Tuhan pasti punya skenario yang paling baik untuk setiap hamba-hambanya.  

Mbok Sumi seorang janda paruh baya tinggal di sudut desa  yang terletak di pedalaman Jawa, hidupnya jauh dari kata menyenangkan, jangankan anak, suami saja tak punya. Mbok Sumi kehilangan suaminya untuk selama-lamanya tujuh tahun yang lalu. Saat itu baru dua minggu usia pernikahan mbok Sumi, suami mbok Sumi tertiban pohon yang tumbang saat pejalanan pulang dari ladang timun milik mereka. Seiring hari berlalu Mbok Sumi iri dengan tetangga yang memiliki keluarga utuh, apalagi semakin hari Ia semakin ingin memiliki seorang anak. Mbok Sumi merasa takdir tidak adil padanya, padahal selama ini ia selalu berbuat baik. Dan rasa iri ini mungkin yang pertama tumbuh subur di hatinya. Ia sebatang kara, usianya kini hampir menginjak 40 tahun, Ia mulai berfikir, jika lanjut usia nanti siapakah yang akan mengurus dirinya kelak? Ia sungguh kesepian, akhirnya pada suatu hari Ia membuat sebuah keputusan besar. 

Derasnya hujan dan gelegar suara petir di malam Jum’at kliwon tidak mengurungkan niat Mbok Sumi pergi ke puskesmas poli kandungan untuk  menculik seorang anak yang baru saja lahir dari seorang ibu muda, kala itu jam dinding berdentang genap duabelas kali, para perawat tampak kelelahan di duduk di meja jaga. Dengan gerakan gesit dan hati-hati Mbok Sumi akhirnya berhasil membawa kabur si bayi mungil malang itu. 

Berita hilangnya bayi mungil itu mulai tersebar ke seluruh kampung, Mbok Sumi mulai cemas jika Ia tertangkap tangan oleh aparat desa sedang bersama bayi yang hilang itu. Mbok Sumi memutuskan untuk pindah ke desa sebrang yang berjarak cukup jauh dari desanya sekarang. Pagi buta Ia menumpang truk sayur yang akan berangkat ke pasar. Sesampainya di pasar mbok Sumi memutuskan mencari pemukiman untuk mengontrak rumah agar Ia bisa melanjutkan hidup bersama bayinya sekarang. Akhirnya Ia mendapatkan sebuah kontrakan mungil yang cukup nyaman untuk ditempati. Mbok Sumi amat menyukai bayi itu, matanya bulat kulitnya putih dilengkapi dengan bibir mungil kemerahan. Mbok Sumi merasa mempunyai seorang anak adalah kebahagiaan terbesar selama hidupnya, untuk mengenang almarhum suaminya dan ladang timun milik mereka dahulu, Mbok Sumi memetuskan untuk memberi nama anaknya Timun perak.

Hari berlalu begitu cepat, tak terasa 17 tahun sejak peristiwa penculikan itu, sampai sekarang tidak pernah ada yang mengetahui rahasia besar Mbok Sumi. Timun tumbuh menjadi anak yang sangat membanggakan, Ia sangat menyukai belajar, Ia gadis yangcerdas, Ia berhasil menamatkan Sekolah Menengah Atas dengan nilai yang amat memuaskan, biaya sekolah pun Ia dapatkan dari beasiswa karena kepintarannya. Tak hanya itu, usai tamat SMA sebuah Universitas tinggi negeri di kotanya pun menerima Timun menjadi mahasiswa penerima undangan di salah satu jurusan favorit yaitu akuntansi. Mbok Sumi amat bangga dengan kepintaran anaknya, tak kuasa ia meneteskan air mata saat mengetahui pengumuman itu.

Timun memutuskan untuk memecahkan celengan yang sejak SMP sudah ia tabung untuk membeli perlengkapan belajar di kampus. Ia berniat membeli buku-buku literatur serta peralatan kampus. Sebelum membeli peralatan kampus, Timun sibuk mengurus berkas-berkas yang ia butuhkan untuk melanjutkan studinya. Gadis itu pergi ke sebuah gerai fotokopi untuk menduplikasikan berkas persyaratan yang dibutuhkan.  Ia terlihat resah karena sebentar lagi kantor bagian administrasi kampusnya akan tutup. Setelah berkas semua lengkap segera Ia meninggalkan tempat fotokopi menuju kantor administrasi. Ia lega karena datang tepat pada waktunya. Hari makin larut, timun memutuskan menaiki dokar yang lewat depan kampusnya, “pakle depan toko kue itu tolong minggir ya pak le!” kusir dokar pun berhenti sesuai perintah. “loh duitku ntek loh? Dompet ku!... tolong copet, copet!”


#jeng jeng jeng.............. bersambung, gatau kapan ada lanjutannya hehehe

Rabu, 19 Juni 2013

minuman...


 

'minuman lu dari dulu kaga berubah-berubah, itu aja..' si mpok dari motor, nengok ke belakang. eh bagi dong.

'eh?' refleks aku melihat tangan sedang memegang teh dalam kemasan sambil menyodorkan ke mpok. iya juga, minuman gue dari dulu emang teh, dari kecil kalau pergi makan bakso, di jalan, dimana aja kapan aja, mau makan apapun minumnya teh *eh jadi kayak iklan itu..... kalo dulu sih gak tau kenapa milih teh, padahal kaka gue atau ortu gue beli es campur, es jeruk apalah tp gue malah milih teh botol, dan sampe sekarang gue masih milih teh buat minum dijalan, alesannya selain praktis yaaa lebih murah, jujur kalo ditawarin mah sekarang gue lebih milih jus terong belanda. buat orang jawa yg belom pernah nyobain jus terong belanda, itu enak banget, antioksidannya juga banyak, terong belanda itu jangan lu bayangin kayak terong biasa yang suka disambelin buat lauk itu, ini beda! enaaaak bgt~~~ so cobain lah,disini banyak banget buahnya, visit aceh 2013!!!

ohiya ngomong-ngomong soal teh, ternyata gue baru tau pas lagi lingkaran cinta mingguan, maklum murabbi gue seorang dokter jadi bahasannya selain keislaman kadang disisipi info kesehatan, jadi ternyata kalau makan dikombinasikan sama minum teh itu efeknya kurang bagus untuk pencernaan, jadi gantilah menu makan siang anda di kantin nasi+ teh jadi nasi+jus atau kalau anda orang yang kere jadi nasi+air putih boleh juga hehe

jadi mau cerita nih, jadi dulu pas gue kecil kalo diajak pergi pasti gue gampang haus dijalan, padahal baru sampe depan gang rumah, udah ngerengek sama emak... maaa hauss teh botoool......... lalu mama menyesal karena ga bawa minum

oke hari berikutnya kalau pergi mama, mama mensiasati membawa minuman biar anaknya ga ngabisin duit di jalan dikit2 minta minuum.. dan bener aja, baru keluar gang tepat setelah naik angkot, gue bilang maa... haus, mama dengan senyumnya menyodorkan minuman. dalam hati, yah mama bawa minum lagi ......... ma, ga dingin.... yaudah minum aja. entah apa yg ada di pikiran anak kecil, aku cepat-cepat habiskan minumnya agar tetap bisa dibelikan minum.

beberapa hari berikutnya... mama emang orang yang paling prepare. kali ini mama membawa beberapa botol minuman, ada teh ada air putih, tidak hanya itu mama memasukan minuman sebelumnya ke freezer biar waktu di jalan tetap dingin. tapi tetap aja sensasi beli minuman diliuar itu lebih enak dari pada bawa sendiri. hmmm ah dasar, itu perasaan aja.

mama juara emak prepare banget deh, si mpok kan pernah sakit pas SMA gara-gara kecapekan, sampe kena hepatitis A. katanya sih solusinya selain obat dokter+istirahat+minum temulawak bayakin minum glukosa. sejak saat itu hampir setiap hari di kulkas gue ada es buah, isinya ganti_ganti. kadang blewah, melon, pepaya. kadang-kadang diganti juga sama jus, selain karena kalo belum dibuat jus pada males makan buah, jadi emak buatin deh jus jambu, mangga, strawberry, jus jeruk apa aja deh... bahkan sampe gue mau masuk kuliah, di kulkas pasti ada minuman fresh gituuu... hmmmm kangen emak nih kalo kayak gini jadinya u,u andai emak tahuuu, dulu gue minum jus seenaknya aja bergelas-gelas, sekarang satu gelas 8000 huaaaa derita anak kos :'(

tapi untungnya karena semester depan gue mau pindah dari kosan ke rumah, jadi bisa beli kulkas..... yeye lalala yeyeye lalala kulkas adalah benda paling berharga di Banda Aceh yg so hot ini, dan emak gue nyuruh beli blender! doble wow banget, jd pasti lebih irit kaga ngabisin 8000 untuk sekali minum doang hehehe

udah itu aja curhat gue seputar minman

Sabtu, 18 Mei 2013

Tentang Nurul



Tidak seperti beberapa Untiversitas, fakultas dan jurusan lainnya yang sudah bisa menikmati libur sebelum tahun baru. Liburan semerter pertamaku hanya mendapat jatah kurang dari dua minggu, itupun sebenarnya dokter bagian skill lab dan PBL (Problem Based Learning) sudah cukup bersabar dengan angkatan kami. Hari ini seharusnya mahasiswa kedokteran tingkat pertama mengambil jadwal sekaligus buku untuk blok4, yaitu blok the cell. Situasi saat itu tidak memungkinkan, aku terlanjur membeli tiket pesawat yang baru berangkat beberapa hari lagi. Aku berharap teman di kelas baruku semester dua nanti ada yang berbaik hati dapat mengambilkan buku blok ku.

                Hp ku mulai penuh dengan pesan singkat juga broadcast yang berisi agar mahasiswa Pendidikan Dokter 2012 segera ke kampus. Aku bingung, namun ada sebuah pesan singkat yang aku terima.
“Teman-teman kelas B09, buku blok sudah Nurul ambil ya, nanti kalau sudah kembali dari liburan ambil sama Nurul ya!”. Nurul? Ohiya aku ingat, dulu aku sempat mengenalnya saat masa orientasi pengenalan kampus kami, saat itu kami sekelompok. Aku balas pesan singkatnya “Ok rul, makasih ya rul”.

                Hmm sebenarnya siapa sih Nurul itu? Baiklah, aku akan mendeskripsikan Nurul menurut sudut pandangku sendiri, kalau dilihat dari luar Nurul itu terlihat seperti anak baik-baik, pakaiannya pun sangat islami bisa dibilang sya’i dia juga anak yang sangat rajin, kenapa saya bisa bilang dia rajin? bayangkan saja, Dia merelakan liburannya untuk ke kampus mengambil buku blok, walaupun Nurul bukan anak Banda Aceh, dan jika ada tugas seperti work plan atau laporan praktikum seminggu sebelum dikumpulkan biasanya sudah selesai, setiap  tutorial ia juga memiliki banyak bahan dari berbagai sumber yang terprecaya. Tak diragukan lagi, Nurul anak yang rajin.


(perhatikan gadis jilbab hitam kanan attas yg merem, itulah nurul)

                Gadis ini  berasal dari daerah yang bernama Bener Meriah. Oke mungkin kalian tidak familiar dengan daerah yang bernama Bener Meriah, awalnya  aku pun tidak tahu, bahkan aku senpat mengira bahwa nama kotanya Bandar Meriah, atau Bendar Meriah. Belakangan aku baru tahu kalau Bener Meriah ini adalah suatu nama daerah di bagian Aceh, pemekaran dari wilayah Aceh Tengah yang berada  dekat Takengon. Bener Meriah dapat ditempuh kira-kira 7 jam dari Banda Aceh.  Bersuhu cukup rendah, berbeda dengan kebanyakan kabupaten kota di Aceh ini yang cukup panas. 

                Karena sekelas, mau tak mau aku pun semakin mengenali Nurul karena kami semakin sering berinteraksi. Nurul mulai nyaman bercerita tentang kehidupannya kepada aku dan teman sekelasku lainnya. Suatu hari, ia bercerita tentang kampung halamannya, karena suhu di Bener Meriah dingin, jadi tidak perlu sering-sering mandi karena saking dinginnya. Sangat berbeda dengan di Banda Aceh. Aku ber “oooh…”. Di Bener Meriah juga masih jarang dokter,  tingkat pendidikan warganya masih sangat rendah, paling tinggi pun guru atau bidan, itupun masih jarang. Di sana juga masih banyak ilmu kebatinan yang dipakai warganya, trend  menggunakan ilmu hitam untuk menyantet orang tak jarang ditemukan. Oleh karena itu, ibunya Nurul yang dipanggil “Mamak” oleh Nurul ini terpaksa bohong kepada tetangganya bahwa sekarang nurul pergi merantau kuliah untuk menjadi guru, untuk menghindari orang sirik yang akan berbuat jahat. Karena di kampungnya belum ada yang menembus fakultas kedokteran.  Wow, masih ada loh santet di 2013!
              
  Semakin lama aku menyadari bahwa Nurul adalah sosok yang “unik”. Oke unik adalah bahasa halus dari aneh. Oke kenapa saya bilang aneh, yang pertama karena di sela-sela kesibukan kuliah, dia menyempatkan diri untuk mengajar di TPA yang berlokasi di Masjid Oman. Pasti kalian bingung, apanya yang aneh dari kegiatan mengajar ini? Justru bagus kan mengajar TPA? Iya tentu saja sangat bagus, namun ‘Ustadzah Nurul’ ini aneh saat mengajar. Suatu hari iya bercerita. “Susah ya menghadapi anak-anak kecil, Nurul capek jadinya. Anak itu pada ribut kalau Nurul ngajar. Kan waktu itu mereka ribut, Nurul bilang kayak gini, Anak-anak jangan ribut ya, kalau ribut nanti ustadzah marah, kalau ustadzah marah nanti keluar asap dari telinga ustadzah, mau liat? Nah anak-anak itu tetap ribut” . well yaiyalah mereka malah semakin ribut, jika aku yang menjadi anak murid TPA malah aku akan semakin ribut, karena aku ingin melihat hal langka. Kapan lagi coba di cuaca yang panas seperti ini bisa melihat asap keluar dari kuping?

Keanehan kedua, gadis yang sangat obsesi menjadi spesialis jiwa justru menurut saya membutuhkan psikiater, kenapa? Waktu kami mengerjakan tugas kelompok, Nurul kembali bercerita bahwa dia pernah bereksperimen ditahun 2013 ini untuk sekali tidak melakukan suatu kewajibannya yang cukup fatal jika ditinggalkan. Katanya saat meninggalkan kewajiban itu rasanya sangat tidak tenang kawan-kawan, tapi Nurul coba sekali saja untuk ditinggalin. Oke kali ini jangan dicontoh.

Ketiga, Nurul adalah anak Bener Meriah yang sangat kuat, terbukti jika terkena pukulan atau cubitan dari si Nurul ini akan sangat sakit dan akan merasa nyut-nyutan. Ah andai saja waktu itu Nurul menerima tawaran aku untuk mengikuti lomba tarik tambang, mungkin tim ku akan mendapatkan posisi sebagai winner bukan sebagai runnerup. Ah sayang sekali dia menolaknya. 

Keempat, dari cerita Nurul sendiri bahwa ia sering menangis jika sendirian, katanya ada sesuatu yang lain dalam tubuhnya yang membuat ia tak bisa menahan tangis di malam hari. Oleh karena itu beberapa kali ia mengikuti terapi Ruqiah. Alhamdulillah sekarang sindrom menangisnya sudah jarang kambuh.

Dan yang kelima keanehan yang semakin sistemik pada jiwa Nurul ini, berbeda dengan kebanyakan orang, Nurul sangat menyukai budaya negara tetangga, taukah kamu negara apa? Ia sangat menyukai negara Malaysia, mulai dari lagu, bahasa, film bahkan dia terobsesi menikah dengan orang Malaysia. What?  Yaudah Rul aku doain kamu mendapatkan Pakchik yang baik hati, dan semoga kasus Manohara si wanita cantik tidak terulang lagi ya. By the way perasaan yang lagi booming tahun ini kan kebudayaan Korea, kenapa Nurul suka Malaysia ya? 

Bagaimanapun Nurul semoga pertemanan kita bisa menjadi semakin baik lagi, dan semoga semua target dan pesan yang ditempel di kamar Nurul bisa terwujud semua ^^

Kata Orang Ini Negara Surga


 Saya sudah lupa kapan terakhir kali saya cinta hidup di Indonesia, teringat dengan pertemuan pertama saya dengan sebuah dosen hukum yang kali itu mengajar mata kuliah umum PKN (Pendidikan Kewarganegaraan)di jurusan saya. Sebuah pertanyaan kecil yang dia lemparkan kepada kami, “Apa yang kamu banggakan sebagai bangsa Indonesia?” lalu, satu-persatu mulailah dia beberkan budaya masyarakat Indonesia yang “doyan” korupsi, pemalas, rajin membolak-balikan fakta, hukum sangat mudah dibeli, kemiskinan merajalela, tidak disiplin, pendidikan rendah, kriminalitas tinggi, respon lambat.  Maksud dari respon lambat adalah kalau sesuatu sudah di klaim bangsa lain sebagai warisan atau hak paten Negara tersebut, baru Negara ini akan merespon keras. Woy selama ini kemana aja? Saat itu saya spontan menjawab “Bangga sama alam Indonesia pak, keren!”. Si bapak lagsung menjawab, ”benar juga kamu, tetapi  yang menciptakan alam yang indah kan Tuhan, kenapa kita yang bangga? Justru bangsa ini malah merusak alam tersebut”. Aku manggut-manggut tanda setuju dengan bapak. Mulailah saya mempertanyakan kebanggaan saya sendiri akan bangsa ini.
 
 

Bagi sebagian orang hidup di negara ini kadang bisa menjadi anugerah. Hah ? Masih adakah yang berfikir seperti itu?  Ya, semua orang tahu betapa beruntungnya Indonesia dengan iklim tropisnya, sepanjang tahun tidak perlu merubah ketebalan baju yang kita pakai, tidak butuh mesin penghangat tubuh saat musim dingin, tidak perlu sepatu boot untuk berjalan di salju, tidak perlu juga “ngungsi” ke Negara lain karena panasnya tempat tinggal saat kemarau, bunga-bunga terus bermekaran sepanjang tahun tanpa perlu musim semi. Dan apa kamu masih ingat pepatah nenek moyang kita? “jika kamu tancapkan tongkat, tongkat itu akan  tumbuh menjadi tanaman”.  Kata orang ini negara surga, tetapi aku tidak tahu kapan terakhir kali negara ini disebut “surga”, mungkin saat itu aku belum lahir. Sebenarnya banyak hal baik yang diwariskan oleh pendahulu bangsa ini, mulai dari semangat juang yang tinggi dan keberanian melawan para penjajah, budaya ramah dan santun kepada semua orang, dan juga gotong-royong  yang mendarah daging.Taukah kalian? Bahwa dahulu jika ada seseorang yang ingin mendirikan bangunan, maka dengan senang hati para tetangga akan berdatangan saling bahu-membahu mengerjakan bersama hingga bangunan itu selesai.

Negara ini memang terlalu banyak anomali, mulai dari pelajar yang hobi menyontek, pengusaha yang curang, hakim yang tidak jujur, pemerintah korup, bangga merek luar negeri,  jarang saya temukan bangsa ini yang bangga produk dalam negeri. Mereka asik dengan lagu-lagu barat yang belum tentu mengerti artinya, heboh mengumumkan ke seluruh tetangga tentang tas yang langsung dibeli dari Eropa, atau bahkan anti dengan makanan tradisional. Mereka justru bangga dengan fast food. Padahal  jika ditinjau dari segi medis justru fast food menjadi penyebab berbagaimacam penyakit. Bangga kok sama sumber penyakit toh? Dan satu lagi yang paling penting, bangsa ini sangat mudah terprovokasi dalam berbagai hal, mulai dari agama, suku, adat, bahkan partai sekalipun. Memang faktanya negara ini adalah negara heterogen, lebih dari 400 suku ada di negara ini dengan hukum adat dan kebiasaan tersendiri, jadi sah-sah saja jika sesekali ada perpecahan. Namun, tidak dapat dipungkiri, selain tingkat keegoisan yang tinggi dari individu masyarakat bangsa ini, ada faktor pendidikan rendah yang berdampak masyarakat tidak  bisa berfikir dengan kritis. Kebanyakan masyarakat  menelan mentah-mentah informasi  dari  pihak provokator yang tidak bertanggung jawab.  Itulah penyebab sering terjadi perpecahan dalam negara surga ini.  Wajarlah orang berduit dan pintar pergi jauh dari negara ini, mungkin mereka sudah muak dengan kebobrokan yang semakin sistemik di negara ini.

Semakin lama saya semakin sadar betapa makin terkikisnya fondasi bangsa ini. Di mana Bhineka Tunggal Ika yang dahulu negara ini banggakan? Masihkah Pancasila menjadi landasan bangsa ini? Semoga kenikmatan yang telah di berikan Tuhan pada bangsa ini tidak di cabut karena murka dengan sikap penduduk bangsa ini dan juga semoga warisan keluhuran budi leluhur kita tidak akan menjadi kenangan semata.