Percaya ga kalau rabitah itu working? Ya terserah sih mau percaya apa nggak. Jadi gini ceritanya akhir-akhir ini lagi kangen pake banget sama ukhti yang agak alay jauh di pedalaman jawa barat sana. Hihi yaudah deh aku kirimin rabitah, baru dua hari loh aku kirimin, hasilnya langsung datang.
Oke hari itu akhirnya tiba, jeng jeeng... hari apa? Hari praktikum. Tapi kali ini bukan praktikum anatomi hehe. Praktikum farmakologi, sebelum masuk otomatis wajib buat WP (work plan) udah ubek-ubek buku obat-obat penting, farmakologi FK UI, Katzung, tetep aja ga nemu semua bahan untuk wp. Karena sudah frustasi yaudah tidur aja bentar abis salat isya.
Bangun kira-kira jam 1. Oke ini niat banget, padahal orang-orang nyantai banget fotokopi bahan orang lain. Aku emang ga suka banget kalo terlalu mainstream, nanti bahannya jadi sama. Walhasil sampe mau pagi masih ngerjain wp sekaligus belajar pretest. I'm not an obsessive girl, but I always depend on Allah and myself for every test. Jadi bela-belain banget gitu belajar? Padahal ga suka. Hehe
Nah pas abis praktikum farmakologi, mampir kantin bentar beli gorengan sama coklat dingin kayak biasa. Take time to relax bentar abis itu masuk ke kuliah KB you know what? the meaning of KB is keluarga barakah. Haha dua anak dua istri lebih baik? Terserah deh. We never knew what the future brings ya kan? :p
Nah abis itu kuliah sambil ngantuk-ngantuk karena belajar farmako, tiba-tiba nge check wa. Ada notif, biasanya paling dari my lovely family, eh tapi bukan. Dari temen SMA yg sekarang udah jadi ukhti-ukhti yang dua hari belakangan aku kirimin rabitah. Is it working? Working banget malaah.
tetiba dia ngirim foto, tulisannya "udah makan blm ti? Jangan lupa ngaji ti" wkwkwk care banget ga sih? tapi ada tulisan bawahnya. "gue kirim ginian karna tau lu nggak ada yang nanyain, hehe"
Selasa, 07 Oktober 2014
Korban #20facsaboutme
Semua orang pasti punya keunikan tersendiri, bisa diambil hikmah dari semuanya. Kalo positifnya menurut aku juga, kita jadi sedikit ngerti temen kita itu gimana. oke jadi gini kira kira.
Awalnya ada kata2, oke kena tag nih, aku terima tantangan ini. (pake bahasa inggris biasanya)
1. Passion untuk makan sangat besar. Penyuka hampir semua jenis makanan. mulai dari yang paling kampung sampe yang paling moderrn. Lidah kayak gini cocok untuk merantau, karena dapat di prediksi akan mudah bertahan dimana saja haha. yang penting halalan tayyiban pokoknya
2. Anak yang paling mal prestasi dirumah. sempet dikira anak tetangga karena seneng banget main. Piala dirumah puluhan punya kakak. kebagian tiap minggu cuma bersihin debu-debu.
3. Mau jadi ustadzah kayak mamah dedeh, atau al. Yoyoh Yusroh atau ibu Wiryaningsih. Mau masuk pasantren tapi dulu mama gak tega ngelepasnya.
4. Ada yang bilang mukanya mirip tetangga, Kinaryosih sampe Selena Gomez. Ok well, mungkin kukunya yang mirip, atau yang bilang lagi ngigo T.T
Nah kira gitu deeeh ................... dilanjutin deh sampe 20. Nah gimana? mau ikutan juga? wk
Sabtu, 13 September 2014
Kata orang murabbi itu jodoh
Kalau memang begitu aku tak tahu jodohku yang mana
Tapi aku beruntung sempat menjadi bagian waktu rabu mu
Waktu yang selalu ku tunggu
Ah pedih memang
Setahun rasanya tak pernah cukup untuk menimba ilmu darimu
Saat pulang kampung engkau yang teringat di benak ku
Bahan cerita serta kebanggaan kepada teman teman yang bahkan tidak mengenalmu
Melihat perjuangan dirimu untuk memberi materi
Saat sakit bahkan engkau rela mamakai masker
Engkau juga rela berdesakan ketika memberi materi di kamar sempit kawanku
Tanpa mengeluh sedikitpun, saat itu merubah posisi duduk pun sulit
Ketegasanmu yang kadang mencambukku
Pola pikiranmu yang modern
Tawamu yang renyah
Ilmumu yang banyak
Setiap mendengar lagu sang murabbi yang terbayang juga wajahmu
Semangat untuk menegakkan panji-panji Illahi
Ah jujur aku tak pernah mau membandingkan mu dengan yang lain
Saat perpisahan kemarin, mungkin air mataku yang pertama runtuh
Pertahananku memang sangat rapuh
Memangnya siapa yang rela dipisahkan dari guru, kakak, temannya?
Bagian ini yang paling aku benci
Aku harus rela berpisah
Semoga Allah selalu mengistiqomahkan langkahmu kak
Selamat berjuang di medan dakwah yang baru.
Aku sayang kakak
Semoga di 3 tahun mendatang ketika kita diizinkan bertemu kembali. Hafalan Al-Qur'anku bertambah banyak.
Karena engkau berpesan, hal yang pertama akan kau tanya ketika berjumpa dengan ku nanti adalah berapa hafalan Al-Qur'an mu kini?
Kalau memang begitu aku tak tahu jodohku yang mana
Tapi aku beruntung sempat menjadi bagian waktu rabu mu
Waktu yang selalu ku tunggu
Ah pedih memang
Setahun rasanya tak pernah cukup untuk menimba ilmu darimu
Saat pulang kampung engkau yang teringat di benak ku
Bahan cerita serta kebanggaan kepada teman teman yang bahkan tidak mengenalmu
Melihat perjuangan dirimu untuk memberi materi
Saat sakit bahkan engkau rela mamakai masker
Engkau juga rela berdesakan ketika memberi materi di kamar sempit kawanku
Tanpa mengeluh sedikitpun, saat itu merubah posisi duduk pun sulit
Ketegasanmu yang kadang mencambukku
Pola pikiranmu yang modern
Tawamu yang renyah
Ilmumu yang banyak
Setiap mendengar lagu sang murabbi yang terbayang juga wajahmu
Semangat untuk menegakkan panji-panji Illahi
Ah jujur aku tak pernah mau membandingkan mu dengan yang lain
Saat perpisahan kemarin, mungkin air mataku yang pertama runtuh
Pertahananku memang sangat rapuh
Memangnya siapa yang rela dipisahkan dari guru, kakak, temannya?
Bagian ini yang paling aku benci
Aku harus rela berpisah
Semoga Allah selalu mengistiqomahkan langkahmu kak
Selamat berjuang di medan dakwah yang baru.
Aku sayang kakak
Semoga di 3 tahun mendatang ketika kita diizinkan bertemu kembali. Hafalan Al-Qur'anku bertambah banyak.
Karena engkau berpesan, hal yang pertama akan kau tanya ketika berjumpa dengan ku nanti adalah berapa hafalan Al-Qur'an mu kini?
![]() |
| Hadiah dari murabbiyahku saat hari lahirku ♥ |
Senin, 25 Agustus 2014
Dirgahayu Adik Kandung!
Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. (Qs. An-Nahl:1)
- Play Video
- Share
- Correct
When I was just a little girl,
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty? Will I be rich?"
Here's what she said to me
"Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be"
When I grew up and fell in love
I asked my lover, "What lies ahead?
Will we have rainbows day after day?"
Here's what my lover said
"Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be"
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi.
Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana yang bakal ada di dalamnya.
Bukankah kita tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak? -La Tahzan on page 8
Jadi udah 20 tahun nih ya? udah ngapain aja selama ini? banyakan berbuat baik apa maksiat? huhu
ini tahun kedua ultah jauh dari mama dan papa ya sedih sih. memang selalu ada alasan untuk pulang dan berjuang.
Well, today is the day. ngomongin tentang milad/ ulang tahun/ birth day pasti nggak jauh-jauh dari ucapan ulang tahun.
sebenernya dalam islam itu kalau ulang tahun harusnya kita jadi ingat sama kematian. tapi di tahun kali ini belum ada yang benar-benar to the point bilang kalau "woi waktu lu tinggal dikit di bumi" mungkin mereka takut bikin aku sedih ya.
ucapan ulang tahunnya mulai dari yang paling standar sampe yang berat banget.dan kali ini emang agak unik-unik sih hehe
dari ngomongin soal kesehatan, cita-cita, cinta, sampe IPK. bahkan banyak yang doain aku biar nggak somnolen lagi. Aku terharu kalian sangat perhatian. I'm on ma way to burn my habit guys
yang paling pertama carli temen smp yang subhanallah semangat banget pukul 00.13 wib udah ngucapin HBD sm best wishes gitu. tapi tanggalnya salah. malah tanggal 24. wkwk
naris yang ngepost foto (gatau itu foto jaman kapan aja) sama tulisan yang pas dibaca bikin terharu.. ukhibbuki fillah bon..
terus pagi-pagi mpok bilang selamat ulang tahun sambil ngasih hadiah kantong kresek isinya sepatu sendal, abis itu dia buru-buru pergi koas
kalo dianchai berkali-kali dia minta maaf karena lupa. Padahal dia masih ngucapin di hari yang benar. terus bikin tulisan sosweet banget.
![]() |
| ga pernah sekelas sama dia, tapi rasanya itu udah dekeeet banget. syukran ukhtiii |
yang paling berat ucapan dari sang murabbiyah. "Selamat ulang tahun, Barakallah fi umrik Sitiku sayang. Semoga menjadi hafidzah daiyah" Aamiin banget kak, semoga malaikat mengaminkan do'a mu.
dan aku berdo'a untuk diriku kembali kepada Mu saat terbaikku yaa Allah....
Tapi di ultah kali ini aku jadi makin bersyukur banget sama Allah karena diberikan keluarga biologis, keluarga ideologis, keluarga sejawat, keluarga se-organisasi dan sepermainan yang sangat baik dan perhatian.
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? (Qs. Ar-Rahman: 25)
So jadi kata siapa jomblo itu sepi? hahaha
![]() |
| ini karya sahabat terkreatif sepanjang masa, yang ngajarin bikin clay, gelang makrame, mading. thanks septyara |
Selasa, 05 Agustus 2014
Post Ramadan, Mau Dibawa Kemana?
![]() |
| Sunset Alue Naga doc Pribadi |
Assalamualaikum, halo-halo Depok semuanya. Lama ya vakum nulis di blog ini. Bukan berarti emang nggak nulis sama sekali, tetapi tulisan saya berpecah menjadi notes kecil di bawah catatan kuliah, rangkuman ujian atau tulisan tanpa judul di notes tablet saya yang harus saya relakan hilang karena ter-instal sama mbak-mbak teknisi dari salah satu perusahaan komputer tablet itu.
Tulisan saya juga masih sedikit-sedikit dapat ditemukan lalu lalang di dunia maya. Komen hiburan di status orang, sometimes sok komenin masalah pilpres sekali dua-kali karena memang selalu ada yang perlu di kritisi dan cerdasi dunia yang semakin-makin ini. And also the most important my script can be found on my lovely website: mediasyifa.org or several edition Arbor Vitae AMSA Indonesia.
Ramadan baru saja mampir dan pergi, hari-hari yang penuh kemuliaan itu baru saja berlalu. Sekarang Indonesia kembali seperti sediakala. Yang tadinya Indonesia seolah negara madani, sakinah, mawaddah, warahmah pokoknya jadi kembali ke wujudnya yang lama. Apa ini ciri gagal mendapatkan lailatul qadar? Saat Ramadan beberapa acara menghafal Al-Qur'an di stasiun tv yang bikin syahdu sekaligus minder bagi orang-orang yang umurnya jauh lebih tua. Ngapain aja lu selama ini?. Apa terlalu banyak maksiat hingga kalam Allah sulit untuk melekat ke hati?
Belum sebulan saudara-saudara, pelan tapi pasti. Beriringan dengan berat badan yang naik bersama the day after Ramadan. Pembawa acara yang sering terisak melihat kekuasaan Allah yang ditujukan kepada anak-anak kecil penghafal Al-Qur'an kembali membawakan acara dangdut bahkan gosip. Tidak habis pikir, apalagi laki-laki gitu kan? Apa yang mau Ia dapatkan dari gosip selalin uang dan menyakiti hati orang yang terkena gosip tersebut.
Nah mengingat setelah peningkatan ibadah yang tajam saat Ramadan dan penurunan ibadah yang drastis post Ramadan. Kemarin pas Ramadan beberapa malam rela ga tidur kan demi mencapai target tilawah atau dengan mengilas hafalan lama dan merajut hafalan baru meski tertatih. Sekarang di mana semangatnya? Agar tidak semakin futur dan futur. Yuk hidupkan kembali semangat Ramadan meski di bulan biasa. Mulai kebaikan meski sedikit. #SelfReminder
Kamis, 03 Juli 2014
Tarawih, Yuk Rapatkan Shafnya
![]() |
Ada juga sih yang seneng datang Ramadan, tapi alesannya karena jadi ngirit jajannya, bisa numpang makan di masjid gratis. terus kalau untuk cewek-cewek lumayan lah program diet tahunan. Duh, plis deh hari gini masih mikir kayak gitu. Harusnya kita seneng dateng bulan suci Ramadan ini karena pada bulan ini kalau kita melakukan kebaikan pahalanya jadi berlipat-lipat, yang super duper penting sekarang para setan lagi di belenggu.
Berbicara tentang Ramadan, kita pasti tidak asing sama yang namanya qiam ramadan atau yang sering kita sebut dengan salat tarawih. Berbicara tentang salat tarawih saya menemukan fakta di lapangan (red-beberapa masjid) bahwa shaf salat tarawih penuh dan teratur di awal ramadan bahkan sampai berdesakan. Semakin lama shaf salat semakin kosong.
Untuk jamaah perempuan, mungkin kita harus ber-khusnudzan bahwa bisa jadi jamaah sedang sakit, bisa juga sedang menstruasi atau karena perempuan tidak wajib ke masjid jadi jamaah perempuan salat di rumah. Dan yang paling mungkin para jamaah sudah mudik ke kampung masing-masing. Jadi untuk saya kosongnya masjid di akhir Ramadan sangat banyak faktornya.
Yang membuat saya cukup heran adalah ketika shaf salat perempuan di masjid sangat sulit untuk diatur. Beberapa saat datang ke masjid sibuk mencari dinding atau tiang untuk bersandar. Atau ada yang setengah mati mempertahankan posisinya di bawah kipas angin tidak mau maju padahal shaf di depannya kosong. Atau yang lebih klasik lagi perempuan biasanya membawa sejadah sebesar karpet keluarga jadi barisan salat tidak bisa rapat.
Mungkin bagi sebagian ini merupakan hal yang sepele namun sebagai umat Islam kita harus paham bahwa setiap salat berjamaah itu harus lurus dan rapat, karena jika tidak setan akan masuk ke celah-celah shaf salat.
“Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)
Nggak mau kan saat salat sebelahnya ada setan? makanya yuk rapatkan barisannya
Sabtu, 31 Mei 2014
Aku VS Anatomi
![]() |
| ilustrasi gambar http://mustlieliek.wordpress.com/ |
Buatku anatomi selalu menjadi
hal yang sangat“Prestige”. Bagaimana tidak,
setiap praktikum nilai pretestku harus
lulus standar Lab Anatomi. Dengan bahan buku modul seadanya, bahkan beberapa blok
terakhir tanpa buku modul. Aku harus belajar sendiri. Dan jika aku tidak lulus
aku akan diusir secara hina dan tidak diizinkan untuk belajar dengan teman sekelasku
yang lulus.
Bukan hanya itu, yang
lebih membuataku sadar bahwa anatomi adalah hal yang cukup bergengsi di
Fakultas Kedokteran ini adalah karena setiap
nilai tentamen dipajang di depan Lab Anatomi. Dan yang membanggakan bagi yang
mempunyai nilai tertinggi akan ada tanda “Merah” di namanya. Ketika aku berada
di kerumunan mahasiswa satu lettingku
yang berebutan melihat hasil tentamen akan terdengar suara dari berbagai arah “Wuusss keren banget si fulan nilainya”.
Saat itu pula aku mengangguk-angguk setuju.
Semester dua. Bahan untuk
masuk praktikum anatomi pertamaku sudah aku pegang bahkan semenjak awal libur
semester. Beramodal bahan yang aku dapatkan dari teman-teman, juga belajar teori
seadanya aku masuk praktikum pertama. Alhamdulillah…
kali pertama pretest anatomiku mulus.
Sampai pada pos demi
pos, aku tidak pernah menyangka bahwa sedikit saja ada lubang, atau tonjolan
yang bahkan tidak lebih besar dari jerawat atau lipatan semacam kerutan saja memiliki
nama. Dan jangan pernah engkau berpikir bahwa namanya singkat. Nama tersebut panjang
macam mantra pada film harry potter contohnya
saja Articulatio temporo mandibularis. Entahlah,
menurutku itu sejenis mantra.
Ah, paling-paling
teman-temanku tidak akan hapal dengan lubang yang saking kecilnya hanya bisa ditusuk
oleh jarum pentul. Dan mana ada temanku yang ingat nama sambungan-sambungan dari
tulang tersebut atau makna klinis dari cekungan yang tidak lebih jelas dari kantung
mata. Gumamku santai dalam hati.
Aku salah, kali itu aku bahkan tidak mampu membedakan tampak depan atau belakang, tampak atas atau bawah, kanan atau kiri. Namun beberapa temanku degan yakin bisa mengidentifikasi tulang-tulang tersebut. Postest dimulai. Campur aduk raut muka teman-teman yang sedang menjalani praktikum pertama bersamaku. Namun satu yang bisa aku pastikan saat itu, nilaiku tidak akan baik.
Aku mencoba terus memperbaiki
cara belajarku, sampai pada blok respiratory
system di semester ketigaku. Aku mulai menyukai anatomi. Nilai pretest dan posttest selama praktikum menurutku juga lumayan. Dan yang
membanggakan lagi nilai tentamenku mencapai 68. Walaupun tak kunjung diberi “Warna Merah” menurutku itu suatu pencapaian,
aku tidak akan lupa.
Waktu terus berjalan hingga
masuk di pertengahan semester 4, entah karena semangatku kian kendor atau karena
terlalu sibuk dengan hal lain, untuk pertama kalinya aku dikeluarkan dari praktikum
anatomi. Kamu tahu mengapa? Ya, Karena nilai pretestku bahkan tidak sampai 50. Kamu pikir aku malu? Ooh tidak,
waktu itu hampir setengah dari peserta praktikum dikeluarkan dengan menyedihkan.
Aku pikir, yaudahlah nggak papa, toh yang pinter juga banyak yang dikeluarin.
Dan blok neurology memang terkenal susah.
Tapi aku salah, sekali lagi
akudikeluarkan dalam praktikum ke dua blok neurology, kali ini bahannya tentang
musculoskeletal. Kamu pikir aku malu? Ya, kali ini aku benar-benar malu. Aku merasa
bagai keledai yang jatuh pada lubang yang sama. Dan kali ini peserta yang
dikeluarkan hanya sedikit. Namun selidik punya selidik, beberapa temanku yang
lulus juga mengaku tidak bisa mengerjakan pretest.
Mereka hanya menebak jawabannya. Sial, aku
tidak pernah bisa seberuntung itu. Rasanya aku ingin melenyapkan diri saat itu juga.
Kali ini aku masuk pada
blok Special Sense sekarang aku tidak
mau kejadian pada blok neuromuskuloskeletal terulang kembali. Aku mulai mentadabburi
anatomi klinis karangan Keith L. Moore yang ku beli setahun lalu. Praktikum blok
pertama Special Sense, seperti dugaan
pretest lancar bagai lewat di jalan
tol tengah malam jum’at kliwon.
Oke sekarang saatnya
praktikum kedua blok Special Sense,
aku kembali mempelajari anatomi klinis karena sekarang aku paham kopian modul
dari angkatan 2011 sudah tidak bermanfaat. Tidak tahu mengapa kali ini saat pretest aku nervous berlebihan, aku punya firasat bahwa aku akan dikeluarkan.
Benar saja, sekali lagi aku dilempar dari Lab Anatomi.
Tak banyak kata,
kosong. Aku bingung harus berbuat apa. Aku sudah belajar dari jam 3 pagi sampai
pukul 10. Soal yang tadi ditanya pun sebenarnya aku bisa menjawab. Aku
memutuskan singgah di rumah Kak Nia dan Ammatu untuk menunggu jadwal prktikum
selanjutnya.
“Siti
ngapain? Kok udah pulang, udah selesai praktikumnya?”
Tanya Kak Nia heran.
Dengan malas aku
menjawab “Aku dikeluarin lagi kak dari
praktikum anatomi”
Sambil prihatin Kak nia
bilang “Yaudah belajar lagi, semangat
Siti”
Di rumah Kak Nia aku
banyak melamun, guling-guling di lantai, galau setengah mati. Ammatu yang iba
akhirnya mau mengajari aku anatomi. Kami belajar lagi sampai jadwal praktikum
berikutnya pukul 15.30. Pokoknya maju terus pantang mundur.
Pretest
kembali dimulai. Bismillah aku harus lulus kali ini. Saat soal pertama
dibacakan jantungku dag-dig-dug setengah mati, aku rasa bunyinya lebih kencang
dari gendang orkes dangdut keliling. “Mati
gue kenapa soalnya beda lagi, kok susah ya!” Soal kedua, ketiga juga agak
rancu. Aku berusaha untuk terus possitive
thinking. Aku sangat tersudut, tetapi apapun yang terjadi aku tidak boleh
nyontek, please deh cuma pretest doang
masa aku nyontek? Hina rasanya
Pretest
selesai, sebelum pengumuman nilai pretest
kami diberi kesempatan untuk salat Asar. Setelah salat asar aku kembali duduk
manis di bangku paling depan. Berdo’a semoga kali ini aku tidak dikeluarkan.
Asisten anatomi pun
maju untuk mengumumkan nilai. Kali itu kak Ivana yang maju kedepan. Aku melihat
kertasku ada di tumpukan paling atas. Aku pucat. Aku menoleh ke Naris sahabat
yang duduk tepat di belakangku. “Nar,
kayaknya itu kertas gue deh” Naris Cuma bilang, “Kaga mungkin elah selow aja.” Lalu aku bilang ke Ika yang ada di
samping kananku “Ika, itu kertas aku yang
paling depan” Ika tidak menanggapiku, kulihat bibirnya sibuk komat-kamit
dzikir.
Karena aku cukup dekat
dengan Kak Ivana, selagi Ia duduk menunggu peserta praktikum yang belum selesai
salat, aku bertanya dengan isyarat “Kak,
Itu kertas gue ya paling depan?” Kak Ivana hanya mengangguk diam dengan
muka sedih.
Aku langsung mengemas
barang-barangku yang tercecer di meja dan lantai praktikum. Hanya tinggal
menunggu menit aku akan dikeluarkan lagi. Sepulang di keluarkan paksa dari
anatomi untuk ke sekian kalinya aku berencana untuk membeli baygon di Dar*ssalam
swalayan. Aku kian putus asa.
Benar saja, namaku
dipanggil paling pertama, disusul oleh nama teman-temanku. Ika kali ini baru “ngeh” kalau kata-kataku tadi bukan
karena bercanda. Dan setelah namaku dipanggil, ternyata itu hanya untuk
pembagian kelas praktikum. Aku tidak jadi dikeluarkan, huft. Alhamdulillah, sekarang semua praktikum
anatomiku sudah selesai. Sekarang aku bisa move
on dari anatomi.
Langganan:
Postingan (Atom)







