Sabtu, 26 Oktober 2013

FK berqurban

FK Berqurban

oleh: Siti Harisah, mahasiswa FK Unsyiah 2012



Seperti tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa FK Unsyiah dengan kepanitiaan dari LDF Asy-syifaa memfasilitasi dan menyalurkan hewan qurban bagi para donatur di kawasan Fakultas Kedokteran Unsyiah. Pada Idul Adha kali ini berhasil terkumpul 3 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Acara FK berqurban dilaksanakan pada hari kedua Idul Adha tepatnya Rabu, 17 Oktober 2013. Walaupun pada pagi hari sempat hujan, tetapi tidak menyurutkan semangat panitia untuk melaksanakan kegiatan FK berqurban sesuai jadwal yang telah dibuat.

Acara pertama adalah penyembelihan hewan qurban yang dibantu oleh tenaga ahli dimulai pada pukul 8.30 dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban dan tahap pembungkusan yang dilakukan oleh tenaga mahasiswa berakhir pukul 13.00

Pukul 13.30-14.30 acara formal yaitu penyerahan hewan qurban secara simbolik kepada salah satu warga dan dilanjutkan acara ramah tamah yaitu makan bersama yang dihadiri oleh Pembantu dekan III dr.T. Husni, M.Kes., Sp.THT-KL, Mahasiswa FK unsyiah dan warga.

Ditutup dengan rangkaian acara yang terakhir pukul 15.00-18.00 hewan qurban disalurkan kepada beberapa staff dan karyawan yang berhak dan didistribusikan ke 4 desa yaitu Desa Lam Klat, Desa Lam Gawe, Desa Lam Peudaya dan Desa Miruk Lamreudeup. 



Kamis, 26 September 2013

Anak Rantau



Ketika memutuskan merantau ketika itu pula saya menetapkan untuk belajar hidup jauh lebih mandiri dari sebelumnya.

Menyambung kisah sepeda motor yang kemarin tidak mau menyala, saya sudah curiga ada sesuatu yang salah. Karena begitu tiba-tiba dan nyaris tak ada tanda-tanda kehidupan pada motor saya. Saya berpikir mungkin ada sarafnya yang putus.

Minggu yang begitu padat dengan sederet praktikum, skills lab dan jadwal kuliah, nyaris tidak ada tenanga lagi untuk mendorong motor ke bengkel. Saya memutuskan untuk memakai jasa bengkel resmi untuk mengangkut motor saya dengan mobil pick up untuk di servis di bengkel resmi tersebut.

Selama pengangkutan motor dari depan teras rumah saya, ada tetangga yang memperhatikan dengan penuh tanda tanya. Mungkin dalam pikirannya motor saya akan ditarik karena tidak bisa bayar kredit atau disita karena suatu kasus. Entahlah, saya tidak begitu peduli.

Lagi-lagi karena saya anak kos, saya berharap biaya servis kali ini tidak sampai 300rb atau lebih. Saya takut, karena jika melihat teman saya yang menservis laptop bahkan sampai 700rb, apalagi motor? huft, bisa bangkrut merndadak.

Sesampainya di kasir, abang yang menservis motor saya mengatakan hal yang aneh.

"Sebenernya bukan salah motornya."
"Bukan salah motornya?"
"Hah? maksudnya bang?"
"Iya, ini salah rumahnya"
"...................." bingung
"Jadi motornya, kabelnya di gigit tikus"
"What?"

Saya baru tahu kalau tikus doyan sama kabel motor, setau saya tikus itu makannya sabun.
Seperti cuplikan lagu "Tikus makan sabun"

Yasudah, kali ini saya berpikir, hidup ini memang harus berbagi. Mungkin saya gak pernah kasih sisa makan ke tikus, jadi si tikus dendam sama saya.

Atau, saya berpikir, di rumah kami sekarang, ada 5 sepeda motor, kenapa hanya motor saya yang di gigit tikus? Mungkin karena ada unsur nama saya yang sama dengan tikus. SI TI KUS

Kalau kata Murabbi saya mungkin saya sial karena kurang Tahajud, hmmm bisa jadi bisa jadi

Satu lagi fenomena yang saya temukan setelah merantau, saya jadi tahu cara memancing air jika air mati, atau saya juga punya ilmu kalau keran tidak di tutup bisa masuk angin sehingga air tidak keluar.

Well, kadang-kadang memang sedih menjauh dari zona nyaman kita sendiri ketika bersama orang tua dan semua kebutuhan seolah terpenuhi dengan mudah.

Saya bahkan tidak pernah berpikir jika lampu kamar mati dan dirumah sedang tidak ada orang, saya harus memasang lampu seorang diri. Tidak ada tangga, jadi dengan kreativitas saya menyusun bangku-bangku bagai piramid chearleaders, dan saya berada di puncaknya berharap susunan piramid itu kokoh dan tidak jatuh.

Tetapi memang ada baiknya, merantau membuat saya jauh dari manja dan memicu otak saya untuk mengeluarkan kreativitasnya. Dan ini akan menjadi pengalaman yang teramat berharga. So guys, nikmatin aja ya buat anak rantauan ^^


Jumat, 13 September 2013

motor merajuk

12-09-2013

Pagi itu langit begitu keabuan untuk beberapa lama kemudian disusul titik-titik halus air hujan. Aku lupa menaruh jas hujan di motor, aku berdoa gerimis berhenti pukul 10.00 ketika aku berangkat ke kampus.

Sebenarnya aku masuk pukul 14.00 tetapi hari ini aku harus datang jauh lebih cepat. Ya, hari itu memang bukan hari biasa, hari itu adalah jadwal praktikum anatomi. Aku tidak ingin sedetik pun terlambat. Rencanaku untuk datang lebih awal juga karena ingin membandingkan apa saja yang teman-temanku pelajari untuk pretest dan posttest praktikum kali ini. Apakah aku belajar terlalu sedikit atau malah terlalu banyak, entahlah.

Alhamdulillah do'aku terkabul, dan cuaca mulai hangat. Perlahan aku keluarkan motor dari dalam garasi. Aku bergegas menyalakan sepeda motor kesayanganku.

Starter pertamaku tidak membuahkan hasil, aku pikir karena standar yang lupa aku naikkan, ternyata tidak. Aku mulai melihat tangki bensin. Isinya masih banyak, bahkan cukup untuk pulang-pergi rumah ke kampus dua hari berturut-turut. Kali ini aku berpikir bahwa akinya yang habis. Saat aku menyalakan klakson motor, bunyinya masih terdengar nyaring. Lalu dimana salahnya? Aku mulai panik.

Aku mendorong sekuat tenaga beat putihku dari garasi ke teras. Karena belum terbiasa, aku harus berjuang  untuk menaikkan standar. Aku terus mencoba menyalakan motor untuk beberapa saat, namun nihil. Motorku sempurna tidak bergeming.

Mungkin karena aku perempuan jadi kurang kuat saat mengengkol motor. Aku mulai meminta bantuan dari  tetangga sebelah untuk menyalakan motor. Usaha mereka sudah cukup keras. Tetapi motorku tetap tidak ada tanda-tanda kehidupan. Akhirnya para tetangga ku menyerah. Aku juga tidak bisa memaksa mereka untuk terus berusaha.

Aku galau, saat itu tidak ada seorangpun dirumah. kakak-kakakku dan sahabatku sudah lebih dulu berangkat ke kampus. Hari itu aku tidak memiliki pulsa sepeser pun sehingga tidak ada yang bisa aku hubungi. Lebih parahnya lagi, rumahku sekarang di pelosok sangat jauh dari angkutan umum. Aku pikir untuk mendorong motor ke bengkel dan menunggu servisnya selesai akan memakan banyak waktu. Apa kabar dengan praktikum anatomi ku? Aku memutuskan meninggalkan motor yang tak bernyawa di depan teras.

Aku mulai memikirkan cara-cara untuk mencapai kampus, minimal mencapai trayek angkutan umum.
1. Meminta tetanggaku mengantar.
2. Menyetop kendaraan yang lewat depan rumah
3. Jalan kaki sampai depan gang.

Setelah memikirkan berbagai pertimbangan, pilihan pertama memiliki banyak kelemahan. Karena aku masih warga baru dan belum kenal dekat dengan tetangga, tidak mungkin seenaknya aku minta tolong. Pilihan kedua juga lemah,  aku tidak berani menyetop sembarangan pengendara motor yang lewat. Akhirnya aku memutuskan untuk maraton ke depan jalan sambil membawa atlas Anatomi yang sangat berat.

Karena cuaca semakin terik dan panas. Aku memutuskan untuk menggunakan payung. Karena sinar ultraviolet di Aceh cukup tinggi dan mudah membakar kulit.

Aku menyemangati, dan menyuruh diriku sendiri untuk bersabar lalu memulai jalan kaki sambil membuka payung.

Salahnya diriku, selain panas membakar, aku kurang mengantisipasi akan angin badai yang sering melanda kota ini. Walhasil angin kencang serta gumpalan debu yang beterbangan membuat payungku terbalik di tengah perjalanan. Wujudnya sekarang malah menyerupai es krim. Aku berusaha sekuat tenaga membuat payungku kembali ke wujud awal.

Ditengah usaha kerasku, ada seseorang dari jarak yang jauh menoleh ke arahku. Dia menertawaiku dengan keras hingga seluruh rahangnya hampir lepas. Aku mulai geram, ditengah penderitaanku bisa-bisanya Ia tertawa pada orang yang tidak dikenal seperti itu. Payungku hanya terbalik, apanya yang lucu. huh. Aku berusaha tetap stay cool dan melanjutkan perjalanan jauh hingga bertemu lampu merah.

Aku mulai melipat payungku dan menyetop angkutan umum. Aku sudah bisa bernapas lega sambil beristirahat dalam angkutan. Aku memikirkan tindakan dari orang tak dikenal tadi. Namun, ah sudahlah tak ada gunanya marah, ada yang lebih penting untuk aku pikirkan. Ya............ kenapa motorku ngambek disaat genting untuk pertama kalinya?

Jumat, 06 September 2013

kirain kutu air..............


oke manteman kali ini saya akan membuat program baru dalam blog saya yaitu P3K kepanjangaannya yaitu Pertolongan Pertama Pada Kecantikan eh maksudnya kesehatan lahir batin. Oke mungkin artikel-artikel ini nantinya siapa tahu berguna untuk nusa bangsa terutama masyarakat yang awam akan dunia kesehatan.

jadi gini secara saya masih termasuk mahasiswa tingkat awal di fakultas kedokteran yang ilmunya baru setinggi pohon toge. yaa harap maklum ya kalo ada salah teori atau penjelasan kurang jelas jadi bikin anda malah makin galau. artikel ini sangat tidak bisa dijadikan bahan referensi untuk tutorial apalagi penelitian, karena ini semua hanya berdasarkan pengalaman pribadi atau orang-orang terdekat dari saya. got it? well, okedeh tanpa memperpanjang mukadimah langsung aja ya masuk ke tayangan perdana saya tentang P3K. check this out!

Prinsip merantau ini buat saya adalah hidup hemat, jadi jangan sampe kayak beberapa teman saya yang besenang-senang dahulu lalu sakit, nyeri, sesak, sekarat kemudian. Foya-foya di awal, terus akhir bulan bingung mau pinjam uang sama siapa.

Karena saya ingin berhemat jadi sebisa mungkin saya melakukan semuanya sendiri ditengah-tengah deadline kuliah, tugas, organisasi, dan sederet ritual makhluk rempong bernama perempuan. Saya berusaha sekuat tenanga melakukan semuanya sendiri, mulai dari nyapu, ngepel, nyuci baju, nyuci motor, nyuci piring, gosok baju, masang lampu, geser lemari, tempat tidur, dan sebagainya. Pokoknya segala kegiatan pertukangan dan per-asisten rumah tanggaan.

Saya mencoba untuk tidak memanjakan diri sendiri, sebisa mungkin saya tidak melemparkan baju saya ke tempat laundry. Selain karena niat itu, karena hawa di tempat berdomisili saya sekarang sangat panas, jadi saya malah senang main air sambil mencuci di siang hari.

Tapi lama-kelamaan saya merasakan ada perubahan pada telapak kaki saya, tepatnya di sela ibu jari kaki dan sekitarnya. Saya kira, oh mungkin kutu air, karena keseringan mencuci mungkin. tapi semakin lama semakin mengerikan, kulit telapak kaki saya di sekitar ibu jari mulai terkelupas, bahkan sedikit dagingnya membelah yang menyebabkan nyeri luar biasa saat berjalan.

Selidik punya selidik, ternyata ada saudara saya yang menderita dematitis contact (DC). you have to know guys, jadi dermatitis kontak ini bisa terjadi karena reaksi hipersensitivitas atau sensitif yang berlebihan pada suatu alergen atau penyebab alergi.

Nah jadi saudara saya ini, sebut saja melati, kebetulan melati anak kos juga jadi mencuci sendiri. Telapak kaki melati ini hampir semuanya terkelupas sehabis mencuci, bahkan kulit telapak kaki yang super tebal itu terkikis sampai pembuluh darah di kakinya jelas terlihat. Bahkan melati nggak sanggup untuk jalan karena sakit luar biasa.

Setelah diperiksakan ke dokter ternyata si melati menderita DC, dan penyebabnya adalah detergen. Nah menurut gejala yang ada dan garis keturunan yang sama, ternyata saya juga menderita DC. Sebenernya alergi itu simple kok, kalo kita jauhin si alergen ga bakal terjadi apa-apa. tapi secara saya nggak mungkin ngejauhin detergen seumur hidup, jadinya saya cari solusi lain. setelah yakin akan penyakit saya, saya mempunyai ide untuk membeli sepatu boot yang akan selalu saya pakai jika berhubungan dengan detergen. dan alhamdulillah yaa sesuatu banget, perlahan-lahan telapak kaki saya semakin membaik.

ngerasa sependeritaan? coba aja beli sepatu boot juga  dooong hehe

*ohiya dermatitis kontak bukan cuma karena detergen, bisa juga karena lapisan dari jam tangan, yang buat anda gatel terus garuk-garuk kalo pake jam tangan. hmm banyak deh dan sebagainya dan sebagainya.
buat lebih jelasnya baca buku tentang hipersensitivitas, disana dibagi klasifikasinya juga. udah itu aja. terimong geunaseh atas perhatiannya rakan-rakan ^^

Jumat, 19 Juli 2013

Mereka #PenaKamiTidakPuasa

Dua pribadi dengan pautan usia yang tak bisa dibilang sedikit, dari latar belakang keluarga yang mungkin jauh berbeda. Entahlah, tak begitu jauh aku mengenali mereka namun aku kagum dengan sosoknya sejak pertama kali berjumpa.

Tak perlu membeberkan deretan prestasi yang telah diraih, dengan mendengarnya berbicara kau akan tahu kalau dia pribadi yang cerdas. Wawasannya luas, katanya padat berisi, sikapnya renyah bersahabat namun tegas saat dibutuhkan. Untuk sebagian orang hal tersebut mungkin sudah biasa dan banyak dimiliki oleh penghuni planet bernama bumi ini.

Ada satu yang tidak biasa, ya kali ini sungguh berbeda. Aku mengaguminya karena imannya. Aku tahu aku bukan Tuhan yang dapat mengukur kedalaman iman seseorang. Aku berpendapat begitu karena aku melihat keteguhan mereka saat menyampaikan kebenaran berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah. Keteguhan mereka saat melawan kebatilan yang merajalela, kekuatan mereka untuk berjalan menyampaikan firman-Nya di saat banyak yang memilih jalan lain.

Jauh dari kesan bahwa wanita makhluk lemah, kedua wanita ini selalu menampakkan taringnya pada dunia. Seolah menggenggam dunia pada telapak tangannya. Memilih hidup di jalan Illahi tak berarti dunia terbengkalai. Bagi kaum berpendidikan beasiswa ke luar negeri, siapa yang tidak tertarik? Namun tak semua bisa dipilih, tak semua bisa berangkat. Keduanya pernah mencicipi manis pahitnya studi di ranah Barat, ditengah agamanya menjadi minoritas. Mereka adalah orang-orang pilihan.

Baiklah akan aku ceritakan satu-persatu sosoknya sedikit lebih detail.

#Satu
Dia menjadi pakar di dua disiplin ilmu berbeda, kedokteran dan agama islam. Setiap kali ia mengisi kelas, aku mengabaikan rasa kantuk yang menjadi teman setiaku saat kuliah. Selama ini aku hanya bisa kagum dan fokus setiap kali ia memberikan materi. Aku hanya satu dari 250 mahasiswa dalam kelas itu.
Sesekali aku juga berjumpa dengannya di mushala kampus saat kajian. Di lain waktu aku bertemu saat seminar kedokteran. Lagi-lagi dia sebagai pematerinya. Kali itu mungkin aku satu dari puluhan mahasiswa yang menyimak materinya.

Siapa yang menyangka, saat kita bertemu di sebuah tempat donor darah ia menyapaku. Tak hanya itu, dia memanggil namaku. Aku sangat bangga bukan kepalang, dia tau namaku. Padahal aku hanya mahasiswa baru dan belum memiliki prestasi di kampus. Aku merasa bahwa kita sekarang telah saling mengenal.

#dua
Lagi-lagi kami dipertemukan lewat kampus. Dia mengisi materi saat masa orientasi kampus. Caranya berbicara sungguh menghipnotisku. Dia salah satu senior yang sangat aku kagumi. Dia benar "gaul" tetapi sangat islami. Dengan sederet organisasi, serangkaian tugas dan segerombol masalah, dia lulus tepat pada waktunya.

Aku berjalan dari parkiran menuju mushala, aku bertemu dengannya. Demi sopan santun junior aku menyapanya. Dia balas menyapa renyah. Kami beriringan berjalan ke mushala. Aku menghitung uang hasil jualan di kantin kejujuran. Ia membeli sederet jajanan ringan dan menemaniku menghitung. Sambil mengobrol ringan ia tahu kalau aku salah seorang adik dari mahasiswa di fakultas ini juga. Ya dia tahu diriku, aku senang.

Banyak kekagumannku kepada mereka yang sulit untuk aku tuangkan. Mungkin cukup aku yang tahu. Bagitu mereka adalah sosok kartini masa kini. Wanita berperadaban tinggi yang ingin meraih cinta sang Rabbi. Dia satu dosenku, dia dua seniorku.

Rabu, 17 Juli 2013

Sandaran Hati #PenaKamiTidakPuasa

Yakinkah ku berdiri
Di hempa tanpa tepi
Bolehkah aku
MendengarMu

Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku
MerindukanMu

Terpuruk ku di sini
Terangi dia yang sepi
Dan ku tahu pasti
Kau menemani

Dalam hidupku
Kesendirianku

Teringat ku teringat
Pada janjiMu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika Kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
Sandaran hati

Inikah yang Kau mau
Benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadirMu
Dalam gelapnya
Malam hariku


Bagi sebagaian orang orang yang suka nonton sinetron sekitar tahun 2006 pasti familiar sama lagu yang satu ini. Yup! lagu ini menjadi sound track salah satu sinetron yang cukup booming dimasanya. Dengan komposisi musik yang lembut, syair yang bermakna dalam, dan vokal yang merdu dari sang vokalis. Lagu ini dikemas begitu romantis oleh group band asal Jawa bernama Letto ini. Peminat lagu ini juga cukup banyak saat itu. Begitu juga aku, lagu ini menjadi salah satu lagu favoritku semasa SMP.  Jadi tak salah jika sinetron yang bertemakan cinta sesama manusia ini memasang lagu ini sebagai pengiringnya. 

Namun, selidik punya selidik ternyata lagu ini mempunya makna yang jauh lebih dalam dari yang kita kira. Lagu ini dimaksudkan bahwa sang Sandaran Hati adalah Rabb atau Tuhan semesta alam. Liriknya menceritaan penghambaan manusia kepada Rabbnya dikala malam tiba yaitu salat malam.

 Jadi soundtracknya sinetronnya tidak seusai? Wallahu'alam

just info, #PenaKamiTidakPuasa

Minggu, 14 Juli 2013

cegah cegukan saat puasa



Hi! gue lagi ikutan acara #FLPMengguncangRamadhan nih, jadi di sekret FLP atau yang biasa disebut Rumah Cahaya ini puluhan anggota FLP Aceh lagi pada ngabuburit. Ngabuburit kita emang dikemas agak beda sama yang lain. Kita semua disini pada sibuk memijit keyboard laptop agar menghasilkan suatu tulisan yang berguna bagi yang membaca. Amiiin 

Nggomong-ngomong soal Ramadhan hal yang ada di benak kita pasti tentang puasa, tarawih, dan yang paling penting itu THR. Tapi daripada THR, buat gue ada yang lebih fenomenal setiap bulan ramadhan.
Inini yang menjadi problematika gue kalo bulan Ramadhan dari tahun ke tahun selain kehausan dan kelaperan yang mendera. Hal ini selalu menyapa gue satiap bulan Ramadhan tiba. Dari kecil sampe segede gini tetep aja gue menderita cegukan, entah di awal ramadhan, di tengah ramadhan, atau di akhir ramadhan. 
“Dut, cegukan itu tandanya mau dapet duit!”
“Ah yang bener kak?!”
“Percaya aja lu!”
“Zzzzzz…..”

Hal itu sedikit banyak mengganggu gue. Apalagi kalo lagi ngejar target tadarusan. Baru sebaris gue ngaji cegukan, lanjut lagi ngajinya cegukan lagi walhasil ngajinya nggak sesuai sama apa yang diharapkan. 
Nah karena penyakit ini, gue mau ngasih beberapa tips agar kalian nggak menderita cegukan atau dehidrasi pas puasa menurut pengalaman gue.

1.      Yang pasti minum yang banyak pas sahur.
2.      Jangan makan kerupuk karena kerupuk itu mengandung natrium dia itu menyerap air dalam tubuh.
3.      Jangan minum teh atau kopi pas sahur  karena kedua minuman itu mengandung zat deuritik bikin sering buang air kecil.
4.      Jangan coba-coba tidur abis sahur deh, karena kalo bangun itu biasanya langsung haus berat.
5.      Kalo nggak penting-penting banget jangan keluar rumah, apalagi kalau cuaca lagi panas.
6.      Walaupun lagi puasa kita harus tetap jaga stamina, tapi olahraga biasa aja jangan berlebihan.

Nah kalo udah ngelakuin tips-tips tersebut tapi masih menderita cegukan gue juga punya beberapa trik yang gue dapet dari beberapa temen dan lingkungan seputar masalah ini.

1.      Tahan napas beberapa detik.
2.      Minta orang untuk ngagetin.
3.      Alihkan perhatian biar lupa sama cegukan, nanti lama-lama juga ilang sendiri.
Hmmm kayaknya itu aja deh beberapa tips and trick yang gue kasih, kalo ada kesalahan dalam teori dan penulisan mohon maaf lahir batin yaa mumpung Ramadhan, selamat mencoba ^^